LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Aher kukuhkan Pjs untuk tujuh daerah

Ahmad Heryawan atau akrab disapa Aher menjelaskan, Pjs disiapkan sesuai peraturan dari usulan dan disetujui Menteri Dalam Negeri,Tjahjo Kumolo.

2018-02-14 16:29:15
Pilkada Serentak
Advertisement

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengukuhkan penjabat sementara (Pjs) untuk enam daerah. Mereka akan menggantikan kepala daerah yang cuti di luar tanggungan untuk kampanye.

Mereka akan bertugas di Kota Bandung, Kota Bekasi, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Subang, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Garut dan Kota Cirebon.

Pjs dikukuhkan karena di daerah tersebut kepala daerah dan wakilnya maju dalam Pilkada 2018.

Advertisement

Asisten Administrasi Setda Provinsi Jabar, M. Solihin bertugas menjadi Wali Kota Bandung. Lalu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Rudi Ganda Kusuma menjadi Wali Kota Bekasi.

Kemudian, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jabar, Sumarwan Hadi Sumarto menjadi Bupati Sumedang. Kepala Biro Pengembangan dan Pelayanan Sosial Setda Provinsi Jabar, Dadi Iskandar menjadi Bupati Subang.

Bupati Ciamis akan diisi kepada Bakorwil 4, Dedi Mulyadi. Sementara jabatan Wali Kota Cirebon diisi Kadishub Jabar, Dedi Taufik. Untuk Bupati Garut, diisi oleh Asisten Pemerintah, Hukum dan Kesejahteraan Sosial Koesmayadi Tatang Padmadinata.

Advertisement

Mereka akan menjabat terhitung dari 15 Februari 2018 hingga 23 Juni 2018. Kecuali untuk daerah Bekasi, Pjs akan bertugas hingga Maret, karena dua kepala daerahnya habis masa jabatan di bulan itu.

Ahmad Heryawan atau akrab disapa Aher menjelaskan, Pjs disiapkan sesuai peraturan dari usulan dan disetujui Menteri Dalam Negeri,Tjahjo Kumolo.

"Daerah yang ada Pjs karena baik kepala dan wakilnya maju di Pilkada, daerah lain kan salah satunya, jadi tidak ada Pjs," katanya usai pengukuhan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (14/2).

Pemilihan ketujuh nama itu ia tegaskan bukan tanpa alasan. Mereka dianggap cakap dan punya kemampuan mengelola pemerintahan.

"Kepada mereka saya berpesan untuk menjalankan amanah dengan baik dan sesuai peraturan," pungkasnya.

Baca juga:
Komisioner KPU Sumut dan Sihar Sitorus dilaporkan ke Bawaslu
Sekjen PDIP: Soliditas akan membuktikan Jateng tetap jadi kandang banteng
TNI dan Polri gelar simulasi pengamanan Pilkada di Jatim
Besok tinggalkan rumah dinas, Deddy Mizwar ngontrak rumah di Dago
Dana kampanye pasangan calon Pilgub Sumut maksimal Rp 83,2 miliar

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.