Wow! Peserta dari 13 Negara Terpukau, Gubernur NTT: Tour de EnTeTe Ledakkan Pariwisata Lokal
Gubernur NTT Melki Laka Lena mengungkapkan Tour de EnTeTe sukses mendongkrak popularitas spot wisata lokal, memukau peserta dari 13 negara dan berpotensi jadi agenda sport tourism internasional.
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menyatakan bahwa banyak destinasi wisata di wilayahnya kini semakin dikenal luas. Hal ini berkat suksesnya penyelenggaraan ajang balap sepeda internasional bertajuk Tour de EnTeTe di provinsi tersebut. Pernyataan ini disampaikan di Labuan Bajo pada Minggu (22/9), setelah event yang dimulai sejak 10 September 2025 itu berakhir.
Menurut Melki Laka Lena, sektor pariwisata mendapatkan dampak paling langsung dan signifikan dari gelaran Tour de EnTeTe. Event ini berhasil menarik perhatian publik terhadap keindahan alam dan budaya yang ditawarkan oleh NTT. Peserta balapan dari 13 negara juga turut mengagumi panorama unik yang mereka temui sepanjang rute balapan.
Para peserta bahkan mengakui bahwa pemandangan di NTT sulit ditemukan di tempat lain, termasuk di ajang balap internasional lainnya. Antusiasme masyarakat juga sangat tinggi, menyambut setiap etape Tour de EnTeTe dari awal hingga akhir di Labuan Bajo. Hal ini menunjukkan potensi besar NTT dalam menarik wisatawan.
Pariwisata NTT Meledak Berkat Tour de EnTeTe
Melki Laka Lena, yang akrab disapa Melki, mengisahkan pengakuan para peserta Tour de EnTeTe yang terkesima dengan keindahan alam NTT. "Para peserta saja mereka bilang ampun deh lihat-lihat NTT, pemandangannya mereka tidak dapatkan di tempat lain, tour lain bahkan di internasional pun yang kayak gini sulit ditemukan," ungkapnya. Pengakuan ini menjadi bukti konkret daya tarik pariwisata NTT.
Tidak hanya peserta, masyarakat luas juga semakin mengenal berbagai spot dan atraksi wisata di NTT melalui pemberitaan dan liputan Tour de EnTeTe. Gubernur optimistis bahwa setelah gelaran ini, pariwisata dan ekonomi kreatif di NTT akan semakin dikenal luas. "Kalau kita lihat media sosial kita hari ini spot pariwisata NTT muncul semua dan itu salah satu yang paling konkrit dari acara ini, pariwisata kita meledak, membuat banyak orang nanti akan datang ke NTT di beberapa daerah," tambahnya.
Penyelenggaraan Tour de EnTeTe telah menciptakan efek domino positif, di mana popularitas destinasi wisata seperti Labuan Bajo dan sekitarnya meningkat drastis. Hal ini diharapkan akan menarik lebih banyak kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara di masa mendatang. Event ini berhasil mempromosikan keunikan dan keindahan alam NTT secara efektif.
Potensi NTT sebagai Destinasi Sport Tourism Dunia
Gubernur Melki Laka Lena menekankan pentingnya penyelenggaraan event berskala internasional seperti Tour de EnTeTe. "Hal ini penting sekali dilakukan, bagian dari kita tunjukkan bahwa Indonesia bagian timur, khususnya NTT ini kita bisa menyelenggarakan event yang kelas dunia seperti ini," jelasnya. Event ini membuktikan kemampuan NTT dalam menjadi tuan rumah acara besar.
Ia juga berharap Tour de EnTeTe dapat menjadi salah satu agenda tahunan bagi NTT dan Indonesia untuk menyelenggarakan event sport tourism sepeda internasional. Konsep sport tourism dinilai sangat efektif dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke suatu daerah. Ini merupakan strategi jangka panjang untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Pelaksana Tugas Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Dwi Marhen Yono, sependapat bahwa event olahraga dengan konsep sport tourism akan meningkatkan kunjungan wisatawan. Ia menilai ajang balap sepeda Tour de EnTeTe menjadi sarana promosi beragam atraksi pariwisata di NTT kepada masyarakat luas. "Alasan orang berwisata pertama karena seni budaya, kedua kuliner dan ketiga adalah event," katanya.
Dampak Event Olahraga terhadap Promosi Wisata dan Hasil Lomba
Penyelenggaraan Tour de EnTeTe tidak hanya berdampak pada promosi pariwisata, tetapi juga menunjukkan potensi atlet sepeda. Ajang ini menjadi platform bagi para pembalap untuk berkompetisi dan mengukir prestasi. Ini sekaligus menunjukkan bahwa NTT mampu menyelenggarakan event olahraga yang kompetitif.
Adapun jawara etape kesepuluh Tour de EnTeTe adalah pembalap asal Aljazair, Youcef Reguigui, yang berhasil meraih juara 1 dengan catatan waktu 3 jam 49 menit 1 detik. Ia mengungguli dua pembalap asal Filipina, yakni Emanuel Dave Samonte Montemayor di posisi kedua dan Ronnilan Villa Quita di posisi ketiga. Prestasi ini menambah daftar panjang pembalap yang sukses di Tour de EnTeTe.
Dalam kategori khusus, Muhamad Herlangga berhasil meraih gelar Best Indonesian Rider, menunjukkan bakat lokal yang menjanjikan. Sementara itu, gelar Best Young Rider jatuh kepada Muhamad Syelhan Nurahmat, yang konsisten naik podium sejak etape kedua. Pencapaian ini diharapkan dapat memotivasi atlet muda Indonesia lainnya untuk berprestasi di kancah internasional.
Sumber: AntaraNews