Waspada, Penggunaan Obat Tetes Mata Steroid Sembarangan Bisa Picu Katarak Dini
Dokter spesialis mata mengingatkan bahaya penggunaan obat tetes mata steroid tanpa resep yang dapat memicu katarak, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, karena efek sampingnya meningkatkan tekanan bola mata.
Penggunaan obat tetes mata yang tidak tepat, khususnya yang mengandung steroid, berpotensi memicu kondisi katarak. Peringatan ini disampaikan oleh dr. Amir Shidik, Sp.M, Subsp.K.B.R., seorang dokter spesialis mata subspesialis katarak dan bedah refraksi. Ia menekankan bahwa steroid, meskipun efektif meredakan gatal, memiliki efek samping serius pada kesehatan mata.
Dalam sebuah diskusi kesehatan yang berlangsung di Jakarta pada hari Rabu, dr. Amir menjelaskan bahwa obat tetes mata bersteroid sering digunakan tanpa konsultasi dokter. Praktik ini meningkatkan risiko penyalahgunaan dan efek samping yang merugikan. Kondisi mata gatal atau merah akibat alergi menjadi pemicu utama penggunaan obat ini secara sembarangan.
Katarak sendiri adalah kondisi di mana lensa mata kehilangan kejernihannya, menyebabkan gangguan penglihatan secara bertahap. Pada tahap awal, kondisi ini mungkin tidak terasa mengganggu, namun dapat memburuk seiring waktu. Oleh karena itu, edukasi mengenai penggunaan obat tetes mata menjadi sangat krusial.
Bahaya Steroid dan Risiko Katarak Lebih Cepat
Dokter Amir Shidik menegaskan bahwa obat steroid memang terasa nyaman untuk meredakan gatal pada mata. Namun, kenyamanan tersebut datang dengan risiko tinggi, termasuk memicu glaukoma dan mempercepat timbulnya katarak. Efek samping utama dari obat mata steroid adalah peningkatan tekanan bola mata, yang kemudian dapat mempercepat perkembangan katarak.
Katarak terjadi ketika lensa mata yang seharusnya jernih menjadi keruh, menghalangi cahaya masuk ke retina. Proses ini umumnya berkembang perlahan dan seringkali tidak disadari pada tahap awal. Namun, penggunaan obat tetes mata steroid dapat mempercepat degenerasi lensa, menyebabkan katarak muncul lebih dini atau berkembang lebih cepat.
Masyarakat seringkali mengabaikan potensi bahaya ini karena efek instan dalam meredakan gejala. Padahal, konsultasi dengan dokter mata sebelum menggunakan obat tetes mata sangat penting. Hal ini untuk memastikan diagnosis yang tepat dan penanganan yang sesuai, tanpa menimbulkan efek samping jangka panjang yang merugikan.
Anak-anak Rentan dan Pentingnya Konsultasi Medis
Anak-anak, khususnya di bawah usia 15 tahun, merupakan kelompok yang paling rentan terhadap alergi mata. Alergi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari debu, susu, hingga kondisi lingkungan sekitar. Mata gatal atau mata merah adalah gejala umum alergi yang sering membuat orang tua atau anak-anak sendiri tergoda menggunakan obat tetes mata tanpa resep.
Dr. Amir menyarankan agar segera memeriksakan diri ke dokter jika anak atau orang dewasa mengalami keluhan seperti mata merah atau sering mengucek mata. Pemeriksaan ini penting untuk mengetahui apakah keluhan tersebut disebabkan oleh mata kering atau reaksi alergi. Terutama untuk mata merah, konsultasi medis dianjurkan jika kondisi tidak membaik dalam satu hingga dua hari.
Mata merah adalah tanda adanya inflamasi atau peradangan. Dalam kondisi seperti ini, antibiotik mungkin diperlukan, namun penggunaannya harus selalu dalam pengawasan dokter. Menggunakan obat tanpa resep dapat memperparah kondisi atau menimbulkan masalah kesehatan mata lainnya yang lebih serius.
Sumber: AntaraNews