LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Wapres JK desak Presiden Duterte bebaskan WNI disandera Abu Sayyaf

JK mengakui, negosiasi yang dilakukan pihak perusahaan bisa membuat perampok menjadikan WNI sasaran sandera.

2016-08-05 15:37:59
WNI disandera Abu Sayyaf
Advertisement

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyerahkan sepenuhnya proses pembebasan Anak Buah Kapal (ABK) Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok bersenjata pada pemerintah Filipina. Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang baru terpilih diyakini bisa menyelesaikan pembebasan sandera oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina.

"Kita tahu Presiden Filipina yang baru, Duterte itu tegas jadi ini tentunya, seperti itulah kebijakan pemerintah. Jadi kita minta pemerintah Filipina untuk melepaskan sandera itu (WNI)," kata Jusuf Kalla di Kantornya, Jakarta, Jumat (5/8).

Tidak menutup kemungkinan pihak perusahaan bernegosiasi dengan kelompok Abu Sayyaf untuk membebaskan sandera. Cara seperti ini membuat kelompok bersenjata menjadikan WNI santapan empuk untuk pemerasan.

Advertisement

Menteri Pertahanan Filipina, Malaysia dan Indonesia terus berkomunikasi dan membentuk perjanjian trilateral.

"Kita kan belajar dua yang sebelumnya, ya tentu para pengusaha itu di samping pemerintah berbicara dengan pemerintah Malaysia, mungkin saja pengusaha bernegosiasi juga. Akibat dari pada itu maka berulang terus. Oleh karena itu, kali ini pemerintah tegas, agar ini kita serahkan ke pemerintah Filipina, agar pemerintah Filipina menyelesaikan," kata dia.

Di tempat terpisah, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyebutkan Presiden Filipina Rodrigo Duterte akan menemui pimpinan Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF) Nur Misuari di Sulu, Filipina Selatan. Namun pertemuan tersebut belum diketahui waktunya.

Advertisement

"Saya mendapat informasi, dalam waktu beberapa hari ini Presiden Duterte akan ke Sulu, ke tempat kampnya Nur Misuari. Berarti Pemerintah Filipina benar-benar akan berusaha membebaskan sandera," ujar Gatot di Kemenko Polhukam.

Misuari akan bernegosiasi dengan kelompok Abu Sayyaf untuk membebaskan 10 WNI yang disandera. Apalagi, Misuari mempunyai jumlah pasukan MILF cukup banyak di Sulu, Filipina.

"Dia (Misuari) punya pasukan juga, punya pengaruh juga. Lobi tersebut merupakan bagian dari operasi intelijen," kata Gatot.

Baca juga:
Duterte ajak dialog MILF, singgung pembebasan WNI korban Abu Sayyaf
Panglima TNI sebut operasi darat bebaskan sandera harus dibuat SOP
Wiranto tegaskan pemerintah tak mau didikte penyandera WNI
Penyandera 4 ABK beri tenggat waktu, ini tanggapan Menlu Retno
Ini enam poin hasil pertemuan Menhan RI, Malaysia & Filipina di Bali
Abu Sayyaf beri tenggat waktu bayar tebusan 4 ABK selama 15 hari
Krisis center terus berupaya bebaskan WNI disandera Abu Sayyaf

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.