Wapres Gibran Pastikan Kebutuhan Korban Banjir Aceh Tamiang Terpenuhi
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung posko pengungsian di Aceh Tamiang, memastikan seluruh kebutuhan korban banjir terpenuhi dan menegaskan komitmen pemerintah untuk penanganan pascabencana.
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pada Jumat (30/1/2026) untuk meninjau langsung kondisi korban banjir dan tanah longsor. Kunjungan ini bertujuan memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana terpenuhi secara memadai. Pemerintah berkomitmen penuh untuk membantu warga dalam masa sulit ini, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Wapres Gibran memulai kunjungannya dengan meninjau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang sebelum melanjutkan ke posko pengungsian di Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru. Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan penanganan optimal bagi para pengungsi. Fokus utama adalah memastikan ketersediaan logistik dan pelayanan yang memadai bagi kelompok rentan.
Dalam kesempatan tersebut, Wapres Gibran menegaskan bahwa penanganan pascabencana harus dilaksanakan secara cepat, tepat, dan berpihak kepada rakyat. Komitmen ini selaras dengan prinsip pemerintah untuk selalu hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan. Bencana banjir telah menyebabkan dampak signifikan bagi ratusan ribu jiwa di wilayah tersebut.
Kondisi Terkini dan Dampak Bencana di Aceh Tamiang
Bencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang telah menimbulkan kerugian besar, dengan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 26 Januari 2026 mencatat 101 orang meninggal dunia dan 18 orang luka-luka. Musibah ini berdampak pada hampir 292 ribu jiwa di wilayah tersebut. Sebanyak 216 gampong atau kelurahan di 12 kecamatan terdampak parah akibat bencana alam ini.
Hingga saat ini, lebih dari 6.000 warga masih harus mengungsi di 58 titik pengungsian yang tersebar di seluruh Kabupaten Aceh Tamiang. Wapres Gibran meninjau langsung kondisi para pengungsi yang telah menempati posko selama lebih dari dua bulan. Situasi ini menunjukkan urgensi penanganan cepat dan terpadu dari pemerintah pusat dan daerah.
Salah seorang pengungsi, Sri Utami (38), warga Desa Bundar, menyampaikan harapannya terkait tempat tinggal. Rumahnya roboh dan tertimbun lumpur setinggi pinggang, sehingga ia belum memiliki hunian tetap. “Mudah-mudahan kami bisa mendapatkan huntara sesegera mungkin, sebelum bulan Ramadan,” ujarnya, menggambarkan kebutuhan mendesak akan hunian sementara.
Komitmen Pemerintah dan Bantuan untuk Korban Banjir
Wapres Gibran menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak. Pembangunan huntara ini diharapkan dapat segera memberikan tempat tinggal yang aman dan layak bagi seluruh pengungsi. Percepatan ini menjadi prioritas mengingat durasi pengungsian yang sudah cukup lama dan mendekati bulan Ramadan.
Selain peninjauan dan penegasan komitmen, Wapres Gibran juga menyerahkan bantuan secara langsung kepada para pengungsi. Bantuan tersebut berupa paket sembako untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari dan mainan untuk anak-anak. Pemberian mainan ini bertujuan membantu memulihkan semangat serta kondisi psikologis anak-anak yang terdampak bencana.
Penyerahan bantuan ini didampingi oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, bersama perwakilan 100 Musisi dan Pekerja Seni Heal Sumatra, termasuk Tompi. Turut mendampingi Wapres Gibran antara lain Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, Kepala BNPB Suharyanto, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Rifky Harsya, serta Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA. Kehadiran berbagai pihak menunjukkan sinergi dalam penanganan bencana.
Sumber: AntaraNews