Wanita Diduga Gangguan Jiwa Diamankan Polisi di MK
Identitas perempuan tersebut diketahui bernama Prihatini Suwandini Sari (43) berdomisili di kawasan Jakarta Utara.
Polisi mengamankan seorang perempuan mengenakan baju merah muda di gedung Mahkamah Konstitusi (MK). Wanita itu dicurigai polisi karena berjalan di sekitar MK sambil membawa tas.
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, perempuan tersebut diduga mengalami depresi. Sebab, dia berteriak ketika diamankan dan dibawa ke posko pengamanan.
"Dugaan sementara, yang bersangkutan mengalami gangguan, seperti stres," kata Dedi di Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (26/6).
Kendati begitu, pihak kepolisian akan tetap mencatat identitasnya serta menghubungi keluarganya.
"Ya, tetap kami periksa. Artinya kami tidak boleh meremehkan sesuatu yang mencurigakan. Kami catat identitasnya, kami fasilitasi untuk dirawat di rumah sakit, untuk (cek) kejiwaannya," ujar dia.
Identitas perempuan tersebut diketahui bernama Prihatini Suwandini Sari (43) berdomisili di kawasan Jakarta Utara.
Pada pukul 10.00 WIB, wanita tersebut berjalan di sekitar Gedung MK. Karena merasa curiga, aparat keamanan pun mendatangi serta memanggil perempuan tersebut.
Mendengar panggilan dari para petugas, ia pun menyeberang dan dua orang polisi tidak berseragam mendatanginya. Setelah itu, perempuan yang diketahui sebagai ibu rumah tangga tersebut pun histeris dan segera dibawa ke Posko Dit Reskrimum Polda Metro Jaya.
Diketahui, Prihatini ingin bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan hendak melakukan bunuh diri.
Reporter: Yopi Makdori
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Menurunnya Kekuatan Genggaman Tangan Bisa Buat Risiko Depresi Wanita Meningkat
Miliki Tinnitus Bisa Buat seseorang Lebih Rentan untuk Bunuh Diri
5 Hal yang Harus Diketahui untuk Menghindari Depresi Pasca Kelahiran pada Ayah
Punya Anak Rewel Bisa Buat Bayi Rentan Alami Depresi
Sejumlah Bahaya yang Mengancam di Balik Senyuman yang Muncul Ketika Depresi
5 Makanan dan Minuman yang Harus Kamu Hindari Ketika Merasa Depresi
Masyarakat Diminta Tidak Enggan untuk Mengonsultasikan Masalah Mental yang Dialami