WamenPPPA dan Artha Graha Peduli Pastikan Pemulihan Berkelanjutan Aceh Timur
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (WamenPPPA) bersama Artha Graha Peduli (AGP) mengunjungi Aceh Timur untuk memastikan proses Pemulihan Berkelanjutan Aceh Timur pascabencana berjalan menyeluruh, dengan fokus pada pemberdayaan pere
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (WamenPPPA) Veronica Tan bersama Artha Graha Peduli (AGP) melakukan kunjungan langsung ke Desa Seunebok Saboh, Aceh Timur, pada Minggu (11/1) lalu. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan proses pemulihan pascabencana di wilayah tersebut berjalan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Inisiatif ini menunjukkan komitmen kuat dari berbagai pihak dalam mendukung masyarakat terdampak.
Kehadiran WamenPPPA dan AGP di lokasi bencana menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat yang terdampak. Sinergi ini diharapkan dapat memastikan penanganan pascabencana berjalan baik dan menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat. Fokus utama adalah pada aspek pemulihan yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga sosial dan ekonomi.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau berbagai fasilitas penting yang telah dibangun dan dioperasikan. Hal ini termasuk dapur umum, fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK), serta sumur bor yang vital sebagai sumber air bersih bagi warga terdampak. Upaya ini merupakan bagian integral dari strategi Pemulihan Berkelanjutan Aceh Timur.
Sinergi dalam Penanganan Pascabencana
PIC Lapangan Kegiatan Kebencanaan Artha Graha Peduli, Agus Tanopa, menjelaskan bahwa kehadiran berbagai pihak ini merupakan wujud kepedulian. Sinergi yang terjalin penting untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan optimal. Hal ini juga bertujuan untuk menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat di Desa Seunebok Saboh, Aceh Timur.
Artha Graha Peduli berupaya hadir langsung di tengah masyarakat terdampak untuk memastikan bantuan sesuai kebutuhan. “Kami percaya pemulihan pascabencana tidak hanya soal logistik, tetapi juga tentang pemberdayaan, terutama peran perempuan dalam menjaga ketahanan keluarga,” ucap Agus Tanopa. Pendekatan ini menekankan pentingnya aspek sosial dalam proses Pemulihan Berkelanjutan Aceh Timur.
Kunjungan ini menunjukkan komitmen AGP untuk tidak hanya memberikan bantuan sementara. Mereka berfokus pada solusi jangka panjang yang dapat memperkuat komunitas. Dukungan terhadap Pemulihan Berkelanjutan Aceh Timur menjadi prioritas utama. Ini mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Peran Perempuan dan Inisiatif Microgreen
Artha Graha Peduli menaruh perhatian khusus pada peran perempuan dalam situasi kebencanaan. Mereka melihat bagaimana kreativitas perempuan dapat menjadi penopang ketahanan keluarga pada masa sulit. Pemberdayaan perempuan adalah kunci dalam membangun kembali komunitas yang tangguh.
Salah satu inisiatif yang diperkenalkan dalam kunjungan tersebut adalah pemanfaatan microgreen. Microgreen berfungsi sebagai sumber pangan sehat bagi keluarga di Aceh Timur. Tanaman ini menawarkan solusi nutrisi yang praktis dan berkelanjutan. Inisiatif ini mendukung upaya Pemulihan Berkelanjutan Aceh Timur.
Agus Tanopa menjelaskan bahwa tanaman microgreen dapat dipanen dalam waktu sekitar empat hari. Ini menjadikannya alternatif makanan bergizi bagi anak-anak. Ketersediaan microgreen membantu mengurangi ketergantungan pada makanan cepat saji di tengah keterbatasan pascabencana. Program ini mendorong kemandirian pangan di tingkat keluarga.
Dampak Jangka Panjang dan Ketahanan Sosial
Melalui pendekatan berbasis komunitas dan kearifan lokal, Artha Graha Peduli berharap upaya penanganan bencana dapat memberikan dampak jangka panjang. Pendekatan ini tidak hanya membantu pemulihan fisik. Namun juga memperkuat ketahanan sosial masyarakat di Aceh Timur.
Kunjungan rombongan dimulai pukul 13.00 WIB dan diterima oleh Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi serta Danramil 20/PB Kapten Kav. Muhamad Irwan. Penerimaan ini berlangsung di Posko Dapur Umum Kearifan Lokal Serikat Inong Aceh. Kolaborasi antarpihak sangat penting dalam mendukung Pemulihan Berkelanjutan Aceh Timur.
Selama kunjungan, rombongan meninjau langsung operasional dapur umum. Mereka juga memeriksa fasilitas MCK dan sumur bor yang menjadi sumber air bersih bagi warga terdampak. Peninjauan ini memastikan bahwa bantuan dan fasilitas berfungsi optimal. Ini adalah bagian dari komitmen untuk Pemulihan Berkelanjutan Aceh Timur yang komprehensif.
Sumber: AntaraNews