Wabup Mabar Dorong Kopdes Merah Putih Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, mendorong Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Mabar untuk aktif mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), membuka peluang ekonomi lokal dan kemandirian pangan di daerah tersebut.
Wabup Mabar Dorong Kopdes Merah Putih Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Wakil Bupati Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT), Yulianus Weng, secara aktif mendorong Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih agar memberikan dukungan penuh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya. Dorongan ini bertujuan untuk menyelaraskan kedua program tersebut demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Sinkronisasi program ini dianggap krusial untuk menciptakan dampak positif yang lebih besar bagi warga Mabar.
Menurut Yulianus Weng, Kopdes Merah Putih memiliki peran strategis dalam menyukseskan Program MBG, sehingga kedua inisiatif ini harus berjalan seiring dan saling mendukung. "Koperasi Desa Merah Putih harus mendukung Program MBG, jadi harus sinkron dua program ini," katanya. Keterlibatan koperasi diharapkan dapat memperkuat rantai pasok bahan pangan lokal untuk program gizi.
Pemerintah Kabupaten Mabar juga tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk mempercepat pembangunan fisik gerai Kopdes Merah Putih. Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk memastikan koperasi dapat beroperasi secara optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, Kopdes diharapkan mampu menjalankan fungsinya secara efektif.
Peran Strategis Kopdes Merah Putih dalam MBG
Kopdes Merah Putih di Manggarai Barat dibentuk dengan tujuan ganda yang strategis, tidak hanya sebagai penyedia modal tetapi juga sebagai pemasok utama kebutuhan pangan. Koperasi ini diharapkan dapat berfungsi sebagai supplier hasil pertanian dan peternakan, sekaligus menjadi koperasi simpan pinjam yang memberikan modal kepada masyarakat. Fungsi ganda ini dirancang untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan di tingkat desa.
Hingga saat ini, sebanyak 169 desa/kelurahan yang tersebar di 12 kecamatan di Mabar telah berhasil membentuk dan merampungkan akta pendirian koperasi. Jumlah ini menunjukkan antusiasme dan komitmen masyarakat serta pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal melalui wadah koperasi. Pembentukan Kopdes di banyak wilayah ini menjadi fondasi kuat untuk implementasi program-program pemerintah.
Program MBG, yang saat ini telah memiliki empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Komodo dengan lebih dari 12 ribu penerima manfaat, menawarkan peluang besar bagi Kopdes Merah Putih. Adanya program ini merupakan kesempatan bagi Kopdes untuk mengumpulkan dan membeli produk pertanian dari petani lokal, kemudian menjualnya kepada SPPG melalui skema kerja sama. Hal ini tidak hanya mendukung program gizi tetapi juga memberdayakan petani setempat.
Tantangan dan Peluang Kemandirian Pangan Lokal
Meskipun ada potensi besar dari Kopdes Merah Putih, Wakil Bupati Yulianus Weng mengakui bahwa masih terdapat tantangan dalam pemenuhan bahan baku Program MBG. Sebagian bahan baku, seperti buah-buahan dan telur, masih disuplai dari daerah di luar Manggarai Barat. Kondisi ini menjadi fokus perhatian pemerintah untuk mendorong kemandirian pangan lokal.
Meskipun ada beberapa peternakan ayam petelur di Kecamatan Komodo, kebutuhan telur untuk MBG masih belum sepenuhnya terpenuhi dari produksi lokal. "Bahan baku yang masih dari luar itu sebagian buah, telur walaupun ada beberapa peternakan ayam petelur di Kecamatan Komodo dan harapannya kebutuhan MBG tidak dari luar harus sebagian dari kita, tapi tidak bisa semudah itu, pelan-pelan sebagian dulu bertahap," jelasnya. Pemerintah berharap pasokan dari luar dapat berkurang secara bertahap seiring dengan peningkatan produksi lokal.
Untuk mengatasi tantangan ini, pemerintah terus mendorong warga agar memanfaatkan lahan pertanian maupun pekarangan rumah untuk menanam berbagai komoditas pertanian yang dibutuhkan Program MBG. Gerakan menanam ini diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan bahan pangan lokal dan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar. "Tugas pemerintah bagaimana mendorong warga melakukan gerakan tanam, tanam, dan tanam untuk Program MBG, jadi anak kita sehat, kebutuhan MBG pasokannya bukan dari luar, tapi dari masyarakat kita," tegas Yulianus Weng.
Peningkatan Kapasitas dan Kolaborasi Kopdes
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat tidak hanya mendorong peran Kopdes Merah Putih, tetapi juga secara berkelanjutan melakukan pendampingan untuk memastikan koperasi beroperasi optimal. Pendampingan ini mencakup berbagai aspek, termasuk peningkatan kemampuan pengurus koperasi dalam perencanaan bisnis. Tujuannya adalah agar Kopdes dapat mengelola usahanya secara profesional dan efektif.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas, Kopdes Merah Putih telah mendapatkan pelatihan khusus. "Kami kami sudah melatih seluruh Koperasi Desa Merah Putih untuk membuat proposal bisnis yang baik, kerja sama dengan Universitas Bina Nusantara Binus," ungkap Yulianus Weng. Kolaborasi dengan institusi pendidikan seperti Binus diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan yang relevan bagi pengurus koperasi.
Dengan adanya pelatihan dan pendampingan yang intensif, diharapkan Kopdes Merah Putih dapat menjadi pilar ekonomi desa yang kuat. Koperasi yang mandiri dan terkelola dengan baik akan mampu mendukung Program MBG secara berkelanjutan, sekaligus menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Ini adalah langkah konkret menuju kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan di Manggarai Barat.
Sumber: AntaraNews