Viral Surat Edaran Dugaan Petinggi RSUD Bogor Minta Jatah THR dari APBD, Bikin Geram DPRD
surat edaran yang ditandatangani oleh Dirut RSUD Kota Bogor Ilham Chaidir beredar, berisikan permohonan rekomendasi pemberian THR dan gaji ke-13.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor membeberkan dugaan petinggi rumah sakit umum daerah (RSUD) setempat, meminta jatah tunjangan hari raya (THR) dari APBD Kota Bogor.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor Endah Purwanti membeberkan, surat edaran yang ditandatangani oleh Dirut RSUD Kota Bogor Ilham Chaidir beredar, berisikan permohonan rekomendasi pemberian THR dan gaji ke-13 bagi pejabat struktural pada RSUD Kota Bogor.
Di dalam surat tersebut, pihak RSUD meminta penambahan penghasilan sebesar lima persen yang bersumber pada anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Kota Bogor.
Melihat surat tersebut, Endah mengaku kecewa, sebab menurutnya di tengah situasi efisiensi anggaran, tidak etis jika para petinggi RSUD meminta tambahan anggaran untuk sekadar membiayai THR dan gaji ke tiga belas untuk para pejabat struktural.
"Ini adalah tindakan yang tidak etis dan tidak elok. Harusnya di momentum efisiensi ini, anggaran dimaksimalkan untuk pelayanan kepada masyarakat," beber Endah. Dikutip dari Antara.
Dia juga mengungkap selama beberapa bulan terakhir, mendapatkan banyak aduan dan keluhan dari masyarakat Kota Bogor perihal pelayanan di RSUD Kota Bogor.
Dia menggambarkan kondisi pelayanan di RSUD Kota Bogor belum maksimal, karena masih ada kekosongan stok obat, warga yang tidak terlayani dan kondisi pegawai yang tidak mendapatkan perhatian berupa seragam yang tidak layak.
"Baiknya pihak manajemen memperhatikan kondisi pelayanan dan karyawan yang seragamn saja sudah lusuh. Ini aduan dari masyarakat sudah banyak dan masuk, semoga pihak manajemen lebih berempati," ujarnya.