Viral Anak Kecil Jatuh ke Kandang Gajah, Taman Margasatwa Ragunan Buka Suara
Peristiwa itu diunggah oleh salah akun @/niltasafiitri2 di media sosial Tiktok beberapa hari yang lalu.
Ramai sebuah video memperlihatkan seorang anak berbaju merah terjatuh ke area kandang gajah di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan. Peristiwa itu diunggah oleh salah akun @/niltasafiitri2 di media sosial Tiktok beberapa hari yang lalu.
Menanggapi video tersebut, Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang, membenarkan kejadian tersebut. Namun, pihaknya belum dapat memastikan waktu maupun kronologi pasti kejadian karena tidak adanya laporan kepada petugas saat insiden berlangsung.
"Waktu dan kronologi pasti kejadian tersebut belum dapat diketahui secara pasti karena tidak terdapat laporan yang diterima oleh petugas saat peristiwa berlangsung," kata Bambang di Jakarta, dikutip Minggu (31/5).
Dalam video yang beredar, seorang anak yang mengenakan pakaian merah berada di bawah area pembatas kandang gajah. Sejumlah orang dewasa terlihat berupaya mengevakuasi anak tersebut, sementara seekor gajah tampak berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Menurut Bambang, dari hasil penelaahan awal terhadap video yang viral, pengelola menilai adanya kelalaian pengawasan dari orang tua atau pendamping anak tersebut saat berada di kawasan kandang satwa tidak dilakukan secara optimal.
"Kami menilai pengawasan dari orang tua atau pendamping terhadap anak yang bersangkutan belum dilakukan secara optimal pada saat kejadian," ujar dia.
Selain itu, pihak Ragunan juga menyoroti dugaan pelanggaran terhadap aturan keselamatan pengunjung. Bambang bilang, dari rekaman yang beredar terlihat adanya pengunjung yang telah melewati batas pagar pengaman yang disediakan di area kandang satwa.
"Berdasarkan video yang beredar, terlihat bahwa pengunjung telah melewati batas pagar pengaman yang telah disediakan di area kandang satwa," kata Bambang.
Indikasi Bahan Candaan
Tak hanya itu, pengelola juga menyinggung adanya indikasi bahwa keberadaan satwa dijadikan bahan candaan atau konten media sosial oleh sejumlah pengunjung. Penilaian tersebut muncul setelah pihaknya mencermati sikap orang-orang yang berada di lokasi saat insiden terjadi.
"Terdapat indikasi bahwa satwa dijadikan bahan candaan atau konten oleh pengunjung. Hal tersebut terlihat dari sikap yang bersangkutan yang tidak menunjukkan kepanikan saat kejadian berlangsung dan tetap melakukan perekaman terhadap peristiwa tersebut," ungkap dia.
Pasang Papan Peringatan
Bambang menegaskan bahwa pihak pengelola Ragunan selama ini telah memasang pagar pembatas serta berbagai papan peringatan dan imbauan keselamatan di sekitar kandang satwa. Imbauan bertujuan untuk mencegah pengunjung melampaui batas aman area kandang yang dapat membahayakan keselamatan manusia maupun satwa.
"Pengelola Taman Margasatwa Ragunan akan terus melakukan evaluasi dan pengetatan pengawasan guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang," kata Bambang.