Usung Tema 'Glow Green', Dhoho Night Carnival 2025 Kediri Siap Jadi Event Internasional
Pemerintah Kota Kediri mengusung tema "Glow Green" untuk Dhoho Night Carnival 2025, menandai komitmen lingkungan dan ambisi menjadi festival berskala internasional.
Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, secara resmi mengumumkan tema "Glow Green" untuk gelaran Dhoho Night Carnival 2025 yang akan dilaksanakan pada Sabtu malam. Pemilihan tema ini mencerminkan fokus kuat pemerintah daerah terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan.
Tema "Glow Green" tidak hanya sekadar slogan, melainkan sebuah representasi semangat Kota Kediri untuk bersinar secara berkelanjutan. Ini diwujudkan melalui kepedulian mendalam terhadap lingkungan serta inovasi dalam pemanfaatan bahan daur ulang.
Karnaval ini akan menampilkan berbagai karya seni dan kostum yang dibuat dari material daur ulang, menunjukkan kreativitas masyarakat Kediri. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mengenalkan Kota Kediri ke kancah yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.
Semangat "Glow Green" dan Kepedulian Lingkungan
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menjelaskan bahwa tema "Glow Green" dipilih sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah kota terhadap lingkungan. Inisiatif ini mendorong pemanfaatan bahan daur ulang menjadi karya seni yang memukau.
"Ini menggambarkan semangat Kota Kediri untuk bersinar (glow) secara berkelanjutan melalui kepedulian lingkungan dan inovasi pemanfaatan bahan daur ulang dalam wujud karya seni dan kostum," kata Vinanda Prameswati di Kediri, Sabtu.
Melalui tema ini, Dhoho Night Carnival 2025 diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Partisipasi aktif dalam karnaval ini menjadi sarana edukasi dan promosi gaya hidup berkelanjutan.
Ambisi Internasional dan Ikon Jalan Dhoho
Wali Kota Vinanda Prameswati menegaskan bahwa kegiatan Dhoho Night Carnival ini memiliki tujuan besar untuk mengenalkan Kota Kediri. Ia berharap event ini dapat menyamai atau bahkan melampaui skala internasional seperti Jember Fashion Carnaval (JFC).
"Ke depan Kota Kediri juga harus punya kegiatan skala internasional. Jember saja bisa, kenapa Kediri tidak bisa," ujarnya penuh optimisme. Karnaval ini akan mengambil start dari Alun-alun dan finish di Balai Kota Kediri, melewati Jalan Dhoho.
Jalan Dhoho dipilih karena merupakan salah satu ikon penting Kota Kediri, memiliki potensi besar dengan adanya makam ulama Mbah Wasil serta deretan pertokoan. Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri Bambang Priyambodo menambahkan, "Kegiatan ini sebagai branding Jalan Dhoho yang merupakan ikon kota, di kemas menjadi Maliboro-nya Kediri."
Kolaborasi Budaya dan Keberlanjutan Lingkungan
Dhoho Night Carnival 2025 juga melibatkan partisipasi dari berbagai pihak, termasuk dari luar Kota Kediri dan sektor swasta. Salah satu peserta, PT Gudang Garam Tbk, menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya dan mempromosikan pesan keberlanjutan lingkungan.
Kepala Bidang Humas PT Gudang Garam Tbk, Iwhan Tri Cahyono, menyatakan keikutsertaan mereka sejalan dengan tema "Glow Green 2025". "Melalui tema Samudra Kasetya, kami ingin menghadirkan keindahan legenda Nusantara yang bukan hanya menampilkan visual memukau, tetapi juga menyampaikan pesan harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas," ujar Iwhan.
PT Gudang Garam Tbk akan menampilkan karya berjudul "Samudra Kasetya: Janji Abadi di Laut Selatan", yang menggambarkan ikatan spiritual antara Panembahan Senopati dan Nyi Roro Kidul. Pagelaran ini bukan sekadar parade budaya, melainkan panggung kolaborasi antara tradisi, seni, dan kepedulian terhadap lingkungan, menginspirasi generasi muda untuk menjaga warisan budaya dan hidup selaras dengan alam.
Sumber: AntaraNews