Usai Cekik Istri Hingga Tewas, Suami di Palembang Santai Telepon Mertua Bikin Pengakuan
Motif pelaku disebut-sebut karena permasalahan ekonomi. Pelaku berusia 33 tahun sedangkan istrinya berusia 38 tahun.
Seorang pria, RG (33), nekat membunuh istrinya, SR (38), dengan cara dicekik. Usai melakukan pembunuhan, pelaku menghubungi mertuanya dan dengan santai mengakuinya.
Kapolsek Sako Palembang Kompol Makmun Nartawinata mengungkapkan, pemeriksaan sementara motif pembunuhan dilatarbelakangi faktor ekonomi. Pelaku dikabarkan tidak memiliki pekerjaan dan korban hanya seorang IRT membuat mereka kesulitan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga.
"Motifnya karena faktor ekonomi," ungkap Kapolsek Sako Palembang Kompol Makmun Nartawinata, Kamis (22/1).
Saat kejadian, keduanya terlibat cekcok mulut. Tersangka mengaku nekat mengakhiri hidupnya karena sempat dipukul korban.
"Katanya dipukul korban, tapi masih kita dalami lagi," kata Makmun.
Untuk pendalaman, tersangka diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polrestabes Palembang. Sebab kasus ini masuk dalam unsur kekerasan dalam rumah tangga.
Diberitakan sebelumnya, korban ditemukan tergeletak dengan kondisi wajah tertutup sprei di rumah kontrakannya, Rabu (21/1) sore. Selanjutnya korban dibawa ke rumah sakit untuk keperluan pemeriksaan.
Orangtua Korban Lapor Polisi
Terungkapnya kasus ini setelah orangtua korban melapor ke polisi baru saja dihubungi pelaku bahwa korban tewas karena dibunuhnya. Polisi dan petugas kesehatan bersama keluarga segera mendatangi lokasi dan menemukan fakta mengejutkan.
Pelaku buat Pengakuan ke Mertua
"Pelaku menelpon mertuanya dan menyampaikan dia baru saja membunuh istrinya," ungkap Makmun.
Saat evakuasi, tidak ditemukan luka maupun darah di tubuh korban. Namun ada temuan kejanggalan di bagian leher dan kondisi korban. Di lokasi tersebut juga diamankan pelaku. Dia mengaku menghabisi nyawa istrinya dengan cara mencekik.