Usai bertemu Komisi V, driver ojek online mulai tinggalkan Gedung DPR
Perwakilan massa sudah diterima Ketua Komisi V Fary Jemi Francis. Pantauan di lokasi, Senin (23/4), massa membubarkan diri sekitar pukul 16.50 WIB. Mereka serentak kembali mengendarai motornya dan membuka jalan bagi para pelintas jalur protokol.
Jelang magrib, driver ojek online yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia (Garda) mulai meninggalkan Gedung DPR. Mereka sudah berdemo sejak pagi.
Driver menuntut soal tarif yang diterapkan aplikator terlalu murah. Selain itu, pengemudi yang terlalu banyak.
Perwakilan massa sudah diterima Ketua Komisi V Fary Jemi Francis. Pantauan di lokasi, Senin (23/4), massa membubarkan diri sekitar pukul 16.50 WIB. Mereka serentak kembali mengendarai motornya dan membuka jalan bagi para pelintas jalur protokol.
Dari atas mobil komando, Fary menyampaikan bahwa memang sangat perlu bagi pengendara ojek online untuk memiliki perlindungan hukum yang jelas. Termasuk regulasi yang sesuai agar pemeintah dapat melindungi mereka.
"Aplikator tidak jalankan kemitraan yang baik. Kita akan dorong pemerintah atur regulasi. Kita ingin ada aplikator jadi mitra yang baik," tutur Fary di lokasi.
Menurut Fary, soal penetapan tarif, aplikator dinilai kurang memperhatikan kesejahteraan mitranya. Pihaknya akan segera berkoordinasi dan membahasnya bersama Kementerian Perhuhungan.
"Tapi sayangnya menteri kayaknya tidak bisa hadir. Rabu rapat dengan Menhub. Tadi teman-teman berikan dokumen tertulis, itu jadi catatan penting bagi kami. Kami tuntut pemerintah bikin kebijakan yang peduli bapak ibu sekalian," beber Fary.
Reporter: Nanda Perdanaputra
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Melintas bawa penumpang, driver ojek online disoraki rekan berdemo di Gedung DPR
Bertemu Komisi V DPR, driver ojek online curhat soal tarif & perekrutan mitra
Driver ojek online di Palembang merasa dijadikan sapi perah perusahaan
Ribuan ojek online geruduk Gedung DPR
Amankan demo ojek online, kendaraan taktis berjaga di halaman DPR
Ini tuntutan driver ojek online ke pemerintah
Driver ojek online di Medan juga tuntut rasionalisasi tarif