UPTD Damkar Bintan Berhasil Evakuasi Ular Piton Dua Meter yang Mangsa Ternak Warga
Tim UPTD Damkar Tanjung Uban sukses melakukan **evakuasi ular piton Bintan** sepanjang dua meter yang kedapatan memangsa monyet peliharaan warga di Kampung Bugis, Bintan Utara, menimbulkan kekhawatiran atas keselamatan ternak lainnya.
Unit Pelayanan Teknis Dinas Pemadam Kebakaran (UPTD) Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), berhasil mengevakuasi seekor ular piton berukuran dua meter. Ular tersebut ditemukan setelah memangsa hewan peliharaan warga setempat, memicu keprihatinan masyarakat akan keamanan ternak mereka. Insiden ini terjadi di tengah upaya warga menjaga hewan peliharaan dari ancaman satwa liar.
Kepala UPTD Tanjung Uban, Panyodi, menjelaskan bahwa ular piton itu masuk ke dalam kandang monyet milik M. Syukri di Kampung Bugis, Kecamatan Bintan Utara. Laporan mengenai keberadaan ular tersebut diterima pada Minggu (7/6), sekitar pukul 11.57 WIB. Tim UPTD Damkar segera merespons laporan tersebut untuk melakukan penanganan.
Setelah menerima laporan, tim UPTD Damkar langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Proses evakuasi berlangsung lancar dan tidak memakan waktu lama, sebab ular berada dalam kondisi kekenyangan. Kondisi ini membuat ular tidak banyak melakukan perlawanan saat dievakuasi oleh petugas.
Kronologi Evakuasi Ular Piton Bintan
Panyodi mengungkapkan bahwa timnya segera diterjunkan setelah menerima laporan dari warga mengenai keberadaan ular piton yang telah memangsa seekor monyet. Penanganan cepat sangat diperlukan guna mengamankan hewan liar tersebut dari permukiman warga. Kecepatan respons tim menjadi kunci keberhasilan evakuasi ini.
Proses evakuasi ular piton berukuran dua meter ini berlangsung tanpa hambatan berarti. Ular yang sudah kekenyangan setelah memangsa monyet, menunjukkan sedikit perlawanan kepada petugas. Hal ini memudahkan tim UPTD Damkar Tanjung Uban dalam mengamankan dan membawa ular tersebut dari lokasi kejadian.
Ular piton tersebut kini telah dibawa ke kantor UPTD Damkar Tanjung Uban untuk penanganan lebih lanjut. Pihak Damkar akan menunggu apabila ada pihak-pihak yang berminat untuk memelihara ular tersebut. Jika tidak ada yang berminat, ular akan dilepasliarkan di wilayah hutan yang berbeda dan jauh dari permukiman warga.
Kekhawatiran Warga dan Dugaan Mangsa Ternak Lain
Panyodi menduga bahwa ular piton ini bukan kali pertama memangsa hewan ternak milik Syukri. Sebelumnya, beberapa hewan ternak seperti ayam dan burung sering hilang dari kandang. Kejadian hilangnya monyet ini memperkuat dugaan bahwa ular piton adalah penyebab utama hilangnya ternak warga.
Ular piton diduga berasal dari kawasan hutan sekitar yang keluar untuk mencari makan. Habitat alami ular yang berdekatan dengan permukiman warga seringkali menjadi pemicu konflik antara manusia dan satwa liar. Pencarian makan di area pemukiman membuat ular piton berpotensi memangsa ternak warga.
Selain memangsa hewan, ular piton juga memiliki potensi untuk menyerang manusia dengan cara membelit. Oleh karena itu, keberadaan ular piton di permukiman warga menimbulkan kekhawatiran serius. Warga diminta untuk selalu waspada terhadap potensi ancaman dari satwa liar di sekitar lingkungan mereka.
Imbauan Kewaspadaan dan Pencegahan dari UPTD Damkar Tanjung Uban
Menyikapi kejadian ini, Panyodi mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan di sekitar rumah. Lingkungan yang kotor dan tidak terawat rawan menjadi sarang bagi berbagai jenis ular, termasuk kobra. Kebersihan lingkungan menjadi langkah awal dalam mencegah masuknya ular ke area permukiman.
Bagi warga yang memelihara hewan ternak, UPTD Damkar Tanjung Uban menyarankan untuk memasang pagar dan jaring pengaman. Langkah ini bertujuan untuk mengantisipasi ternak agar tidak mudah dimangsa oleh ular atau hewan predator lainnya. Pencegahan proaktif sangat penting untuk melindungi aset ternak warga.
Panyodi juga mengingatkan bahwa beberapa kali timnya menemukan ular tersangkut jaring warga, yang menunjukkan efektivitas penggunaan jaring sebagai pelindung. Oleh karena itu, kewaspadaan tinggi tetap harus dijaga, terutama bagi mereka yang memelihara ternak di sekitar rumah. Edukasi dan tindakan preventif menjadi kunci keamanan bersama.
Sumber: AntaraNews