LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Universitas Mercu Buana Hadirkan Inovasi Smart Rain Garden untuk Pertanian Warga Tangerang

Universitas Mercu Buana (UMB) membangun Smart Rain Garden terintegrasi Groundwater Tank (GWT) di Perumahan Pinang Griya Permai, Tangerang, mendukung pertanian warga dengan manajemen air cerdas dan berkelanjutan.

Sabtu, 06 Jun 2026 19:01:59
universitas mercu buana
Universitas Mercu Buana (UMB) membangun Smart Rain Garden terintegrasi Groundwater Tank (GWT) di Perumahan Pinang Griya Permai, Tangerang, mendukung pertanian warga dengan manajemen air cerdas dan berkelanjutan. (AntaraNews)
Advertisement

Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta telah meresmikan pembangunan infrastruktur modern di Perumahan Pinang Griya Permai, Pinang, Kota Tangerang. Proyek ini berupa Groundwater Tank (GWT) yang terintegrasi dengan konsep Smart Rain Garden. Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung kegiatan pertanian yang dilakukan oleh warga setempat, khususnya dalam menghadapi tantangan lingkungan.

Pengembangan fasilitas ini merupakan bagian dari upaya UMB untuk menerapkan teknologi inovatif demi keberlanjutan lingkungan dan ketahanan pangan. Diharapkan, keberadaan Smart Rain Garden ini dapat memberikan solusi praktis bagi masyarakat dalam mengelola sumber daya air. Proyek ini juga sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di area perumahan.

Ir. Uly Amrina, seorang dosen dari UMB, menjelaskan bahwa konsep yang diusung berfokus pada manajemen air berkelanjutan. Hal ini penting untuk mengatasi tantangan perubahan iklim yang semakin nyata. Integrasi teknologi cerdas ini menjadi kunci utama dalam efisiensi penggunaan air.

Teknologi Cerdas untuk Efisiensi Air

Infrastruktur yang dibangun UMB ini mengintegrasikan teknologi cerdas berupa Smart Rain Garden bersensor pintar di atas area tandon air bawah tanah. Sensor ini memiliki kemampuan untuk mendeteksi tingkat kelembaban tanah secara akurat dan kebutuhan air tanaman. Dengan demikian, proses penyiraman vegetasi Kelompok Wanita Tani (KWT) dapat berjalan sangat efisien dan terukur tanpa membuang pasokan air secara percuma.

Advertisement

Sistem ini dirancang untuk mencegah pemborosan pasokan air, memastikan setiap tetes air dimanfaatkan secara optimal. Saat musim hujan tiba, limpasan air hujan akan ditampung secara optimal dalam GWT. Penampungan ini berfungsi mencegah terjadinya banjir lokal atau luapan air di area pemukiman warga.

Sebaliknya, pada musim kemarau, air yang telah tersimpan di dalam tandon bawah tanah tersebut dapat dialirkan kembali. Air ini digunakan untuk menyiram tanaman penunjang pangan yang ditanam di atasnya. Konsep ini secara efektif menciptakan siklus air yang berkelanjutan dan mandiri.

Advertisement

Ir. Uly Amrina menegaskan, "Konsep yang kami usung berfokus pada manajemen air berkelanjutan. Ini dilakukan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim." Pendekatan ini menunjukkan komitmen terhadap solusi jangka panjang untuk masalah lingkungan.

Pemberdayaan Komunitas dan Dampak Ekonomi

Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Cempaka Asri di Perumahan Pinang Griya Permai, Nyimas Tri Dewi, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap proyek ini. Ia mengungkapkan bahwa anggota KWT mendapatkan ilmu baru mengenai teknologi pertanian dan manajemen air yang sangat bermanfaat.

Dukungan tidak hanya datang dari UMB, tetapi juga dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang. DLH Kota Tangerang memberikan pendampingan kepada anggota KWT dalam mengelola pertanian urban. Hasilnya, produktivitas pertanian mereka mengalami peningkatan yang sangat drastis.

Keberadaan GWT berbasis Smart Rain Garden ini diharapkan tidak hanya menjadi proyek sesaat, melainkan aset jangka panjang bagi komunitas. Penting bagi warga untuk menjaga dan mengelola fasilitas ini secara swadaya.

Nyimas Tri Dewi menambahkan, "Hasil panen sayur-sayuran segar ini nantinya tidak hanya dikonsumsi sendiri, melainkan dapat diperjualbelikan di lingkungan warga, seperti saat arisan atau kegiatan PKK, guna menambah pemasukan kas dan membantu perekonomian rumah tangga." Ini menunjukkan potensi ekonomi yang signifikan dari inisiatif tersebut.

Advertisement

Sumber: AntaraNews

Berita Terbaru
  • Lurah Sungai Besar Sulap Kantor Jadi Ruang Belajar Gratis, Tingkatkan Pendidikan Anak Banjarbaru
  • BPJPH Singkawang Jemput Bola, Percepat Sertifikasi Halal UMKM Jelang Batas Waktu
  • Pilah Sampah dari Rumah: Plt Wali Kota Madiun Ajak Warga Wujudkan Lingkungan Asri
  • Bunda Guru Barito Utara Luncurkan Buku Puisi "Monolog Plastik Kotaku", Tingkatkan Literasi dan Peduli Lingkungan
  • Menteri Keuangan Dorong Pengetatan Aturan Pelabuhan untuk Atasi Kongesti
  • inovasi kampus
  • ketahanan pangan
  • konten ai
  • kwt cempaka asri
  • lingkungan hidup
  • manajemen air
  • merdekaantara
  • pertanian urban
  • smart rain garden
  • tangerang
  • teknologi pertanian
  • universitas mercu buana
Artikel ini ditulis oleh
Editor Redaksi Merdeka
R
Reporter Redaksi Merdeka
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.