Unhas Canangkan Gerakan Zero Obesity, Perkuat Budaya K3 dan Produktivitas Kampus
Universitas Hasanuddin (Unhas) meluncurkan Gerakan Zero Obesity sebagai bagian dari peringatan Bulan K3 Nasional, bertujuan memperkuat budaya kerja sehat, aman, dan produktif di kampus.
Universitas Hasanuddin (Unhas) secara resmi mencanangkan gerakan inovatif bernama “Mission Possible: Zero Obesity, Total Safety” sebagai bagian integral dari peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional. Program ini diinisiasi oleh Direktorat Sumber Daya Manusia Unhas, khususnya Subdirektorat K3, dengan tujuan mulia. Gerakan ini dirancang secara terpadu untuk secara signifikan memperkuat budaya kerja yang sehat, aman, dan produktif di seluruh lingkungan kampus Unhas.
Pencanangan program ini berlangsung di Makassar pada hari Minggu (08/2), menandai komitmen Unhas terhadap kesejahteraan sivitas akademika. Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia, Alumni, dan Sistem Informasi Unhas, Prof. Farida Patittingi, menjelaskan bahwa inisiatif ini bukan tanpa dasar. Sejak pembentukan tim K3 Unhas, inspeksi lingkungan kerja telah dilakukan secara rutin dan sistematis.
Langkah proaktif ini bertujuan memastikan setiap aspek kebersihan, keamanan, dan kenyamanan ruang kerja bagi seluruh sivitas akademika terpenuhi. Para Duta K3 yang telah ditugaskan secara khusus berperan penting dalam memantau dan memastikan standar tersebut selalu terjaga. Hal ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan mendukung produktivitas.
Integrasi K3 dalam Tata Kelola Universitas dan Gerakan Zero Obesity Unhas
Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, menegaskan bahwa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) harus menjadi bagian tak terpisahkan dalam tata kelola universitas. Menurutnya, K3 merupakan aspek fundamental yang krusial dalam mendukung produktivitas serta keberlanjutan institusi. Praktik serupa telah lama diterapkan secara ketat di berbagai negara maju, menunjukkan pentingnya K3.
Prof. Jamaluddin Jompa juga menjelaskan bahwa K3 tidak hanya memenuhi kebutuhan internal kampus. K3 juga merupakan bagian dari dukungan terhadap program strategis pemerintah. “Melalui Duta K3 di setiap unit kerja, kami membangun penggerak budaya kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan di lingkungan kampus,” jelasnya.
Kehadiran Duta K3 di setiap unit kerja menjadi kunci dalam menyebarkan kesadaran dan praktik K3. Mereka bertindak sebagai agen perubahan yang memastikan setiap individu memahami dan menerapkan prinsip-prinsip keselamatan. Ini termasuk dalam mendukung Gerakan Zero Obesity Unhas, yang mendorong gaya hidup sehat.
Dukungan Pemerintah Provinsi dan Peningkatan Aktivitas Fisik
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulawesi Selatan, Suherman, turut menekankan pentingnya komitmen kolektif. Ia menyoroti urgensi dalam membangun budaya kerja yang sehat dan aman. Budaya ini harus terintegrasi dengan gerakan peningkatan aktivitas fisik masyarakat secara luas.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memiliki target ambisius untuk mewujudkan masyarakat yang aktif bergerak. Mereka juga ingin masyarakat sehat dan memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan. Hal ini sejalan dengan upaya Unhas dalam Gerakan Zero Obesity Unhas.
Suherman secara khusus mengajak seluruh sivitas akademika Unhas untuk aktif bergerak setiap hari. Target minimal 10.000 langkah per hari, senam, jogging, atau aktivitas fisik lainnya sangat dianjurkan. Ini dianggap sebagai investasi kesehatan jangka panjang yang berdampak langsung pada produktivitas kerja.
Selain itu, prinsip keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam seluruh aktivitas. Ini mencakup kegiatan perkuliahan, berkendara di lingkungan kampus, hingga pekerjaan administratif. Dengan demikian, lingkungan kampus Unhas diharapkan menjadi lebih aman dan sehat bagi semua.
Sumber: AntaraNews