Trivia: Kasus Narkoba Turun! BNN Donggala Ajak Warga dan Guru Perkuat Pencegahan Narkoba di Sekolah dan Desa
BNN Donggala gencar lakukan Pencegahan Narkoba Donggala di sekolah dan desa. Libatkan guru hingga tokoh masyarakat, bagaimana strategi mereka melawan peredaran barang haram ini?
BNN Kabupaten Donggala terus memperkuat komitmennya dalam upaya Pencegahan Narkoba Donggala di berbagai lapisan masyarakat. Mereka secara aktif mengajak seluruh elemen, mulai dari warga hingga pemangku kepentingan, untuk berperan serta. Langkah ini bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
Kepala BNN Kabupaten Donggala, Khrisna Anggara, menekankan pentingnya sinergi dalam memerangi peredaran narkoba. Ia berharap setiap individu dapat menerapkan rencana aksi sesuai kapasitasnya masing-masing. Fokus utama adalah mengintegrasikan edukasi bahaya narkoba ke dalam aktivitas sehari-hari, termasuk di lingkungan sekolah dan desa.
Inisiatif ini muncul mengingat wilayah pedesaan dan sekolah kini menjadi sasaran empuk peredaran narkotika. Data menunjukkan penurunan kasus dari 49 di 2022 menjadi 42 di 2023, namun kewaspadaan tetap harus ditingkatkan. BNN Donggala membutuhkan peran aktif masyarakat untuk terus menekan angka kejahatan narkoba.
Peran Guru dan Pendidikan Anti-Narkoba di Sekolah
Khrisna Anggara secara khusus menyoroti peran strategis para guru dalam upaya Pencegahan Narkoba Donggala. Ia berharap materi pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba (P4GN) dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan belajar mengajar. Edukasi dini di sekolah dianggap krusial untuk membentengi generasi muda dari bahaya narkoba.
Integrasi materi P4GN ini tidak hanya sebatas teori, tetapi juga diharapkan menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa. Dengan demikian, kesadaran akan dampak negatif narkotika dapat tertanam kuat sejak usia dini. Para guru memiliki posisi unik sebagai agen perubahan yang mampu menyampaikan pesan penting ini secara efektif kepada peserta didik.
Inisiatif ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas narkoba. BNN Donggala percaya bahwa sekolah adalah benteng pertama dalam melindungi anak-anak dari godaan narkotika. Oleh karena itu, dukungan penuh dari pihak sekolah dan dinas pendidikan sangat diperlukan untuk keberhasilan program ini.
Menggerakkan Masyarakat dan Desa Bersinar
Selain sekolah, BNN Donggala juga menggalakkan Pencegahan Narkoba Donggala di tingkat desa. Khrisna Anggara menyatakan bahwa perangkat desa memiliki kebebasan untuk melaksanakan sosialisasi langsung kepada masyarakat. Fleksibilitas ini memungkinkan setiap desa menyesuaikan pendekatan sesuai karakteristik dan kebutuhan warganya.
Masyarakat, guru, dan perangkat desa diharapkan menjadi motor penggerak utama dalam melawan penyalahgunaan narkoba di lingkungannya. Khrisna menekankan bahwa setiap tindakan terkait P4GN, sekecil apapun, akan sangat berarti. Pesan bahaya narkoba dapat disisipkan dalam aktivitas sehari-hari oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, atau kepala desa.
Rendahnya literasi masyarakat di wilayah pedesaan menjadi salah satu faktor yang membuat desa rentan terhadap peredaran narkotika. Untuk mengatasi hal ini, BNN Donggala mengimbau peningkatan pengetahuan dan literasi tentang bahaya narkoba. Upaya ini penting agar masyarakat desa tidak mudah terjerumus dalam jaringan peredaran narkotika.
Salah satu program unggulan untuk melibatkan masyarakat adalah "Desa Bersih dari Narkoba" atau Desa Bersinar. Program ini bertujuan menyasar desa-desa yang dinilai rawan terjadi penyalahgunaan narkotika. Hingga tahun 2023, sudah terbentuk sembilan desa dan satu kelurahan Bersinar di Kabupaten Donggala, menunjukkan komitmen kuat dalam memberantas narkoba hingga ke akar rumput.
Sumber: AntaraNews