Tradisi Muhammadiyah dakwah, tak cocok dijadikan partai politik
Kader Muhammadiyah disarankan masuk ke dalam partai politik yang sudah besar.
Kader senior Muhammadiyah Azyumardi Azra menilai usulan dari Din Syamsuddin agar Muhammadiyah mendirikan partai politik bakal gagal. Hal itu lantaran tak sesuai dengan tradisi Muhammadiyah.
"Saya kira dari pengalaman yang lalu melawan arus tradisi Muhammadiyah. Muhammadiyah tidak terlalu kondusif untuk membuat partai politik, karena tradisinya dakwah pendidikan dan dakwah sosial," kata Azyumardi di Universitas Muhammadiyah, Makassar, Selasa (4/8).
Menurutnya, pengalaman kegagalan Muhammadiyah mendirikan Partai Matahari Bangsa (PMB) harus dipertimbangkan. Lebih baik, kader Muhammadiyah masuk ke dalam partai politik yang sudah besar.
"Dalam pemilu lalu pernah membuat PMB dan tidak lolos. Pilihan terbaik adalah kader bergabung dengan partai mainstream yang sudah besar," terang dia.
Lanjut dia, dunia politik tidak sesederhana yang dibayangkan. Kader Muhammadiyah belum memiliki kecakapan politik yang mumpuni. "Proses politik tidak sesederhana itu, banyak intrik, bayak kepentingan. Berbeda dengan Muhammadiyah dengan dakwahnya yang lurus, politik itu zig zag," pungkas dia.
Baca juga:
Haedar Nashir ingin Muhammadiyah tetap jadi ormas dakwah kerakyatan
Yunahar Ilyas: Muhammadiyah jadi parpol, timbul gesekan dan rebutan
AM Fatwa: Din pernah bilang PAN itu partai utama Muhammadiyah
Muhammadiyah buka opsi dirikan partai politik
Abdul Muthi: Pendidikan Muhammadiyah harus jadi yang terbaik
Dahlan Rais: Dakwah itu memerlukan kekuasaan