TNI Tuntaskan Pembersihan Sekolah Terdampak Banjir di Tapanuli Tengah, KBM Siap Pulih
Prajurit TNI menuntaskan pembersihan SMP Negeri 3 Badiri di Tapanuli Tengah pascabanjir susulan, memastikan lingkungan sekolah aman dan kegiatan belajar mengajar (KBM) dapat segera pulih.
Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan (Kodam I/BB) telah merampungkan upaya pembersihan di SMP Negeri 3 Badiri. Lokasi sekolah ini berada di Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Tindakan ini merupakan respons cepat terhadap dampak banjir susulan yang melanda wilayah tersebut, yang terjadi pada pertengahan Februari 2026.
Pembersihan ini bertujuan untuk memulihkan kondisi fasilitas pendidikan yang terdampak bencana alam. Dengan demikian, kegiatan belajar mengajar (KBM) dapat kembali aktif dan berjalan normal. Prioritas utama adalah mengembalikan fungsi sekolah sebagai pusat pendidikan bagi generasi muda di wilayah tersebut.
Kapendam I/BB Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap menyatakan bahwa kegiatan ini dilakukan pada Jumat, 6 Maret, untuk memastikan lingkungan sekolah bersih dan aman bagi siswa serta tenaga pendidik. Kehadiran prajurit TNI di tengah masyarakat tidak hanya untuk membantu saat keadaan darurat, tetapi juga memastikan kehidupan masyarakat, termasuk kegiatan pendidikan dapat segera pulih kembali.
Sinergi TNI dan Berbagai Pihak untuk Pemulihan Fasilitas Pendidikan
Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap menjelaskan bahwa pembersihan sekolah menjadi prioritas utama dalam penanganan pascabencana susulan. Hal ini dilakukan untuk memastikan lingkungan sekolah tetap aman dan bersih bagi para siswa dan tenaga pendidik. Kehadiran prajurit TNI di tengah masyarakat menunjukkan komitmen dalam membantu pemulihan pascabencana.
Kegiatan pembersihan ini melibatkan personel Komando Rayon Militer (Koramil) 04/Pinangsori jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) 0211/TT. Mereka bersinergi dengan personel Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 908/GD serta didukung penuh oleh pihak sekolah. Sinergi ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak banjir.
Kolaborasi antara berbagai unsur militer dan pihak sekolah ini sangat krusial untuk memastikan lingkungan sekolah kembali bersih, tertata, dan siap digunakan. Dengan demikian, kegiatan belajar mengajar dapat segera dilanjutkan tanpa hambatan berarti. Pemulihan ini diharapkan dapat mengembalikan semangat belajar para siswa.
Peran Strategis TNI dalam Menjaga Harapan Generasi Muda
Dalam melaksanakan tugasnya, personel TNI menggunakan berbagai peralatan seperti sekop, cangkul, angkong, sapu, kuas, dan cat. Peralatan ini dimanfaatkan untuk membersihkan sisa material banjir sekaligus memperbaiki kondisi lingkungan sekolah secara menyeluruh. Upaya ini menunjukkan keseriusan TNI dalam membantu masyarakat.
Bagi TNI, sekolah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan tempat tumbuhnya harapan generasi muda. Oleh karena itu, pemulihan fasilitas pendidikan menjadi prioritas penting setelah terdampak bencana. Hal ini sejalan dengan tugas TNI dalam operasi militer selain perang (OMSP) untuk membantu masyarakat.
Kolonel Asrul menambahkan bahwa ketika sekolah terdampak banjir, prajurit hadir membantu membersihkan dan menata kembali lingkungan sekolah. Tujuannya adalah agar para siswa dapat kembali belajar dengan semangat tinggi dan rasa aman di lingkungan sekolah mereka. Ini adalah wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Dukungan TNI dalam pemulihan pascabencana tidak hanya terbatas pada situasi darurat. Mereka juga berperan aktif dalam program pembinaan teritorial (Binter) dan kegiatan sosial. Hal ini mencerminkan dedikasi TNI untuk membangun harmoni sosial dan memperkuat toleransi antarumat beragama di Indonesia.
Sumber: AntaraNews