TNI-Polri Pantau Ketat Penanganan Banjir Bidara Cina Jaktim, Warga Diimbau Waspada
Aparat gabungan TNI dan Polri intensif memantau Penanganan Banjir Bidara Cina, Jakarta Timur, yang mencapai 180 cm, sekaligus mengimbau warga terdampak untuk tetap waspada dan segera mengungsi.
Aparat gabungan dari TNI dan Polri bergerak cepat memantau kondisi warga yang terdampak banjir di Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Ketinggian air di beberapa titik mencapai 180 sentimeter, memicu kekhawatiran akan keselamatan penduduk setempat. Pemantauan ini dilakukan menyusul naiknya debit air secara signifikan sejak Jumat (23/1) malam sekitar pukul 23.00 WIB.
Kapolsek Jatinegara Kompol Samsono bersama Komandan Rayon Militer (Danramil) turun langsung ke lapangan pada Sabtu (24/1) pagi untuk mengecek situasi. Mereka berkoordinasi dengan Lurah Bidara Cina, Suhartono, guna memastikan penanganan yang efektif. Langkah ini diambil untuk memberikan rasa aman serta mengidentifikasi kebutuhan mendesak bagi para korban banjir.
Selain memantau, personel gabungan juga aktif memberikan imbauan kewaspadaan kepada warga di lokasi. Fokus utama adalah keselamatan kelompok rentan seperti lansia dan balita, yang disarankan untuk segera mengungsi ke tempat lebih aman. Imbauan ini sangat penting mengingat status Siaga 3 masih berlaku di Katulampa, Depok, dan Manggarai.
Fokus Pemantauan Aparat Gabungan
Lurah Bidara Cina, Suhartono, menjelaskan bahwa pemantauan intensif oleh Kapolsek Jatinegara dan Danramil dimulai sejak Sabtu pagi. Mereka menyisir area terdampak untuk melihat langsung kondisi warga dan infrastruktur. Kehadiran aparat diharapkan dapat menenangkan masyarakat di tengah bencana banjir ini.
Kompol Samsono menegaskan, peninjauan dilakukan di berbagai titik krusial yang terendam banjir di Bidara Cina bersama unsur TNI dan aparat kelurahan. Ia memastikan keamanan wilayah tetap terjaga serta keselamatan warga yang memilih untuk bertahan di rumah masing-masing. Prioritas utama adalah keselamatan warga dalam situasi darurat ini.
Dalam pengecekan tersebut, Samsono juga memastikan tidak ada potensi gangguan keamanan yang muncul akibat banjir. Ia berharap warga dapat menjaga kesehatan dan segera melaporkan jika ada kesulitan. Informasi cepat dari warga sangat membantu proses evakuasi atau pengamanan barang.
Kondisi Terkini dan Dampak Banjir
Berdasarkan pantauan pihak kelurahan, titik dengan ketinggian air tertinggi berada di kawasan Gang Macan. Air di lokasi tersebut mencapai 180 cm, menjadikannya area paling parah terdampak. Ketinggian air ini merupakan dampak akumulasi hujan deras serta luapan Kali Ciliwung.
Banjir yang terjadi berdampak signifikan pada dua Rukun Warga (RW) di Kelurahan Bidara Cina. Tepatnya, RW 11 dan RW 7 menjadi wilayah yang paling merasakan dampaknya. Total 510 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.356 jiwa kini harus menghadapi situasi sulit akibat genangan air.
Hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Kamis (22/1) menjadi pemicu awal terjadinya genangan. BPBD mencatat, saat ini terdapat 81 RT dan 15 ruas jalan di DKI Jakarta yang masih tergenang. Situasi ini menunjukkan skala dampak yang cukup luas di ibu kota.
Imbauan Keselamatan dan Kewaspadaan
Aparat gabungan secara konsisten mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan air lebih lanjut. Kondisi Siaga 3 di Katulampa, Depok, dan Manggarai menjadi indikator penting yang perlu diperhatikan. Warga diminta tidak lengah dan selalu siap siaga.
Imbauan khusus diberikan kepada kelompok rentan seperti lansia dan balita agar segera mengungsi ke tempat yang lebih aman. Posko-posko pengungsian telah disiapkan untuk menampung mereka yang membutuhkan bantuan. Keselamatan jiwa menjadi prioritas utama dalam situasi darurat ini.
Kapolsek Samsono juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan di tengah kondisi banjir. Lingkungan yang lembap dan kotor dapat memicu berbagai penyakit. Warga diminta untuk tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitarnya semampu mungkin.
Sumber: AntaraNews