Tito Karnavian Dorong Sinergi Pusat-Daerah Tangani TBC dan Kawal Program MBG
Keberhasilan pemerintah daerah (Pemda) dalam menangani pandemi Covid-19 menjadi bukti nyata bahwa sinergi lintas sektor mampu menghadapi krisis kesehatan.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyukseskan program prioritas nasional.
Ia menyebut, keberhasilan pemerintah daerah (Pemda) dalam menangani pandemi Covid-19 menjadi bukti nyata bahwa sinergi lintas sektor mampu menghadapi krisis kesehatan secara efektif.
"Model kolaborasi yang diterapkan saat pandemi harus dilanjutkan, khususnya dalam percepatan penanganan tuberkulosis (TBC) dan mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG)," ujar Tito dalam keterangannya, Selasa (30/9).
Pernyataan tersebut merespons data Global Tuberculosis Report 2024 yang menempatkan Indonesia sebagai negara dengan kasus dan kematian akibat TBC tertinggi kedua di dunia. Untuk itu, Tito meminta agar seluruh kepala daerah menjadikan penanganan TBC sebagai prioritas utama.
Ia mendorong setiap kabupaten, kota, dan provinsi membentuk tim khusus penanganan TBC, melakukan evaluasi berkala, skrining massal, serta memperkuat koordinasi lintas sektor. “Tanpa pelibatan aktif pemerintah daerah, penanganan tidak akan berjalan optimal,” tegasnya.
Selain TBC, Mendagri juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia meminta Pemda memastikan kualitas makanan yang disajikan kepada anak-anak tetap memenuhi standar gizi, aman dikonsumsi, dan higienis.
“Dinas Kesehatan, ahli gizi, dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) harus dilibatkan aktif dalam pelaksanaan MBG,” tambah Tito
Optimisme pemerintah terhadap keberhasilan program ini diperkuat oleh pengalaman masa pandemi. Saat itu, Pemda menjadi ujung tombak pelaksanaan kebijakan publik, dari distribusi bantuan sosial hingga penegakan protokol kesehatan.
Sebelumnya, akademisi Universitas Nusa Cendana, Ricky Ekaputra Foeh, menyatakan bahwa pola co-governance yang diterapkan saat Covid-19 terbukti ampuh. Dalam model tersebut, pemerintah pusat menetapkan kebijakan dan standar, sementara Pemda mengawal implementasi langsung di lapangan. Dengan akses data yang terbuka dan pengawasan berlapis, efektivitas program dapat dijaga.
“Pelibatan penuh Pemda bukan hanya memperkuat pelaksanaan di lapangan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah,” ungkap Ricky.
Dengan pendekatan yang sama, pemerintah pusat berharap target eliminasi TBC dan kesuksesan Program MBG bisa tercapai lebih cepat dan merata di seluruh daerah.