Titik api di wilayah Sumsel mulai bermunculan
Titik api tersebut perlu diwaspadai karena mengakibatkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Sejak awal Februari, intensitas hujan di wilayah Sumatera Selatan mulai menurun. Sementara titik api atau hotspot mulai terdeteksi di sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir.
Kepala UPTD Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Dinas Kehutanan Sumsel, Taufik mengungkapkan, berdasarkan pantauan melalui Satelit Aqua/Terra Modis sejak 15 hingga 20 Februari 2014, terdeteksi 13 titik api yang tersebar di wilayah Sumsel.
Wilayah yang sudah muncul hotspot di antaranya di Kabupaten Ogan Komering Ilir sebanyak 4 titik, Ogan Komering Ulu Selatan (1), Musi Banyuasin (2), Empat Lawang (1), Muara Enim (1), Musi Rawas Utara (1), dan Pali (3 titik).
"Sejauh ini, titik api mulai muncul, tapi masih sebatas kebakaran akibat pembukaan lahan warga, belum ke kawasan hutan," ungkap Taufik kepada merdeka.com, Jumat (21/2).
Menurutnya, titik api tersebut perlu diwaspadai karena mengakibatkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang dapat menimbulkan kerugian harta benda, gangguan kesehatan, dan berbagai aktivitas masyarakat, karena jumlahnya berpotensi terus bertambah dan meluas ke daerah lain.
"Melihat kondisi cuaca di wilayah Sumsel akhir-akhir ini mulai sedikit hujan, masyarakat perlu waspada," imbaunya.
Kepala BMKG Stasiun Kenten Palembang Muhammad Irdam mengatakan, kemungkinan munculnya hotspot di wilayah Sumsel, diakibatkan sebagian besar wilayah di provinsi ini merupakan lahan gambut yang mudah terbakar. "Hingga Mei ini Sumsel masih aman," kata dia.
Baca juga:
Masalah lingkungan di Indonesia akan dibawa ke PBB
Pagi ini BMKG catat ada 256 titik panas kebakaran hutan Riau
Gara-gara kebakaran hutan, 12.840 warga Riau terserang Ispa
Sedang bakar hutan di Riau, tiga orang ini ditangkap polisi
Polda Riau tetapkan enam tersangka pembakar hutan dan lahan