Tips Efektif Cegah Kerusakan Mobil Ditinggal Lama Menurut Pakar Otomotif ITB
Pakar otomotif dari ITB, Yannes Martinus Pasaribu, membagikan tips jitu untuk cegah kerusakan mobil ditinggal lama, mulai dari persiapan rutin hingga perawatan saat parkir agar kendaraan tetap prima dan siap digunakan kapan saja.
Pemilik kendaraan seringkali dihadapkan pada tantangan menjaga kondisi mobil tetap optimal saat harus meninggalkannya dalam jangka waktu yang panjang. Situasi ini memerlukan perhatian khusus agar kendaraan tidak mengalami kerusakan dan siap digunakan kembali kapan saja. Mengabaikan perawatan bisa berujung pada masalah teknis yang tidak diinginkan dan biaya perbaikan yang besar.
Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, memberikan serangkaian saran penting untuk cegah kerusakan mobil ditinggal lama. Tips ini mencakup berbagai aspek, mulai dari persiapan sebelum meninggalkan kendaraan hingga langkah-langkah perawatan selama masa parkir. Dengan mengikuti panduan ini, pemilik mobil dapat meminimalisir risiko kerusakan pada komponen penting.
Pentingnya persiapan dan perawatan yang tepat tidak bisa diremehkan, terutama bagi mereka yang sering bepergian atau memiliki mobil cadangan. Langkah-langkah preventif ini akan memastikan bahwa mobil tetap dalam kondisi prima, menghindari masalah seperti ban kempes, aki soak, atau rem lengket setelah lama tidak digunakan.
Persiapan Awal Sebelum Meninggalkan Mobil
Sebelum meninggalkan kendaraan untuk waktu yang lama, Yannes Martinus Pasaribu menyarankan agar pemilik melakukan servis rutin terlebih dahulu. Pengecekan menyeluruh dan penambahan semua cairan penting, termasuk penggantian oli jika sudah mendekati intervalnya, menjadi langkah krusial. Ini memastikan semua sistem berfungsi dengan baik sebelum mobil diistirahatkan.
Selain cairan, kondisi ban juga perlu diperhatikan secara seksama. Disarankan untuk mengisi angin ban sesuai rekomendasi pabrikan atau sedikit lebih tinggi, sekitar 2-4 PSI di atas normal. “Perlu mengecek dan menambah semua cairan termasuk mengganti oli jika mendekati intervalnya. Lalu isi angin ban sesuai rekomendasi atau lebih tinggi 2–4 PSI untuk mencegah flat spot,” kata Yannes kepada ANTARA, Senin. Tindakan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya flat spot atau deformasi pada ban akibat tekanan yang terus-menerus pada satu titik saat mobil terparkir lama.
Yannes juga menekankan pentingnya mengisi tangki bahan bakar hingga penuh, khususnya untuk mobil dengan mesin pembakaran internal (ICE). Penambahan fuel stabilizer juga sangat dianjurkan untuk mencegah kerusakan bahan bakar akibat penyimpanan jangka panjang. “Untuk mobil ICE, isi tangki bahan bakar penuh lalu tambahkan fuel stabilizer untuk cegah kerusakan bahan bakar,” ujar Yannes. Langkah ini menjaga kualitas bahan bakar dan mencegah korosi pada tangki.
Perawatan Saat Mobil Diparkir Jangka Panjang
Lokasi parkir memegang peranan penting dalam menjaga kondisi mobil. Yannes menyarankan agar kendaraan ditaruh di tempat yang teduh dan aman dari paparan langsung sinar matahari atau hujan. Jika terpaksa parkir di luar ruangan, penggunaan car cover breathable sangat direkomendasikan untuk melindungi bodi mobil tanpa memerangkap kelembapan.
Salah satu tips krusial untuk cegah kerusakan mobil ditinggal lama adalah menghindari penggunaan rem tangan. Sebagai gantinya, cukup ganjal roda mobil menggunakan balok atau batu untuk menahan posisi kendaraan. “Jangan gunakan rem tangan, cukup ganjal roda agar kampas rem tidak lengket serta angkat wiper bladenya,” saran dia. Hal ini dilakukan untuk mencegah kampas rem lengket pada cakram atau tromol akibat terlalu lama tertekan, yang bisa menyebabkan kerusakan serius.
Selain itu, Yannes juga menyarankan untuk mengangkat wiper blade atau bilah penghapus kaca. Langkah sederhana ini bertujuan untuk mencegah karet wiper menempel pada kaca depan dan menjadi rusak atau lengket, terutama jika mobil terpapar panas matahari secara terus-menerus. Perawatan ini menjaga elastisitas karet wiper agar tetap berfungsi optimal.
Penanganan Aki dan Komponen Penting Lainnya
Komponen aki merupakan salah satu bagian yang paling rentan mengalami masalah saat mobil ditinggal lama. Untuk mencegah aki soak atau kehilangan daya, Yannes menyarankan untuk melepas terminal negatif aki 12V. “Lepas terminal negatif aki 12V, simpan aki di tempat sejuk jika dilepas sepenuhnya,” ujar Yannes. Langkah ini akan memutuskan aliran listrik dan mencegah pengosongan daya aki secara perlahan.
Jika memungkinkan dan pemilik memiliki tempat yang sesuai, aki dapat dilepas sepenuhnya dari mobil dan disimpan di tempat yang sejuk. Penyimpanan di tempat yang sejuk akan membantu menjaga kondisi aki tetap optimal dan memperpanjang umurnya. Pastikan untuk menyimpan aki di lokasi yang aman dan terhindar dari jangkauan anak-anak.
Dengan menerapkan tips-tips ini secara konsisten, pemilik kendaraan dapat memastikan bahwa mobil mereka tetap dalam kondisi terbaik meskipun ditinggalkan dalam waktu yang lama. Perhatian terhadap detail-detail kecil ini akan sangat membantu dalam menghindari kerusakan yang tidak perlu dan menjaga nilai investasi kendaraan.
Sumber: AntaraNews