Tim SAR Gabungan Intensifkan Pencarian Balita Tenggelam di Sungai Komering OKU Selatan
Tim SAR gabungan terus berupaya mencari Findo, balita dua tahun yang dilaporkan tenggelam di Sungai Komering, Muaradua, OKU Selatan. Kondisi cuaca dan debit air sungai yang tinggi menjadi tantangan utama dalam operasi pencarian Balita Tenggelam Sungai Kom
Tim SAR gabungan terus mengintensifkan pencarian terhadap seorang balita berusia dua tahun yang dilaporkan tenggelam di Sungai Komering.
Insiden tragis ini terjadi di kawasan Kampung Masjid, Kecamatan Muaradua, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan. Pencarian Balita Tenggelam Sungai Komering ini telah berlangsung sejak Kamis (9/4) pukul 16.30 WIB.
Korban diketahui bernama Findo, warga Kampung Masjid Lingkungan V, Kelurahan Pasar Muaradua, Kecamatan Muaradua. Balita malang tersebut hanyut terbawa arus sungai setelah terpeleset saat bermain di depan rumahnya. Lokasi kejadian berada tak jauh dari bantaran Sungai Komering yang memiliki arus deras.
Upaya pencarian awal oleh warga dan tim relawan pada hari pertama belum membuahkan hasil signifikan. Kondisi cuaca yang sering diguyur hujan belakangan ini menyebabkan debit air sungai meningkat drastis. Hal ini semakin mempersulit proses penemuan korban yang hilang di Sungai Komering.
Kronologi Insiden dan Upaya Pencarian Awal
Findo, balita dua tahun, terpeleset dan hanyut saat bermain di dekat rumahnya di Kampung Masjid, Muaradua. Kejadian ini berlangsung pada Kamis sore, memicu kepanikan warga sekitar. Warga dan tim relawan segera melakukan pencarian, namun kondisi sungai yang deras menjadi kendala.
Pencarian dihentikan pada malam hari karena faktor keamanan dan minimnya visibilitas. Kondisi ini diperparah dengan situasi cuaca yang belakangan memang sering diguyur hujan.
Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air sungai meningkat sehingga korban sulit ditemukan. Tim berharap Findo segera ditemukan di Sungai Komering.
Operasi Pencarian Hari Kedua Libatkan Puluhan Personel
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Selatan, Heri Pramono, mengonfirmasi lanjutan pencarian pada Jumat pagi. Pencarian dilanjutkan pukul 08.30 WIB dengan melibatkan puluhan personel gabungan. Tim terdiri dari BPBD OKU Selatan, Basarnas OKU Timur, TNI, Polri, Tagana, dan masyarakat setempat.
Pihaknya membentuk dua tim Search Rescue Unit (SRU) untuk penyisiran di air dan tim darat untuk pemantauan visual sepanjang bantaran sungai. Tim SAR gabungan mencari keberadaan korban menggunakan perahu karet bermesin.
Perahu karet tersebut digunakan untuk menyusuri aliran Sungai Komering yang dimulai dari lokasi pertama kali korban dilaporkan tenggelam. Petugas di lapangan masih berjibaku mencari keberadaan korban.
Tantangan Cuaca dan Debit Air Sungai Komering
Kondisi cuaca di wilayah OKU Selatan belakangan ini sering diguyur hujan lebat. Curah hujan tinggi menyebabkan debit air Sungai Komering meningkat signifikan. Arus sungai yang deras dan kondisi air keruh menjadi hambatan besar bagi tim SAR.
Meskipun demikian, petugas di lapangan terus berjibaku mencari keberadaan Findo dengan harapan segera ditemukan. Peningkatan debit air sungai membuat operasi pencarian balita tenggelam ini semakin menantang.
Tim SAR gabungan tetap optimis dapat menemukan korban di tengah kondisi yang sulit. Mereka terus berkoordinasi untuk memaksimalkan upaya pencarian di Sungai Komering.
Sumber: AntaraNews