Tim SAR Berhasil Temukan Balita Hilang Loksado Setelah Dua Hari Pencarian Intensif
Tim SAR gabungan berhasil menemukan balita Arianti (2,5) yang sempat hilang dua hari di Loksado, Kalsel, dalam kondisi selamat. Penemuan Balita Hilang Loksado ini mengakhiri pencarian intensif dan penuh tantangan.
Tim SAR gabungan berhasil menorehkan keberhasilan dalam operasi pencarian di Loksado, Kalimantan Selatan, dengan menemukan seorang balita perempuan berusia 2,5 tahun bernama Arianti. Balita tersebut ditemukan dalam kondisi selamat setelah dilaporkan hilang selama dua hari di Desa Malinau, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Penemuan balita hilang Loksado ini menjadi kabar gembira bagi keluarga dan seluruh pihak yang terlibat dalam upaya pencarian.
Kepala Kantor SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengonfirmasi bahwa Arianti ditemukan pada Sabtu pagi sekitar pukul 07.15 Wita. Lokasi penemuan berada di titik koordinat 02°51'31" S – 115°26'00" E, sekitar satu kilometer dari tempat terakhir ia terlihat. Proses evakuasi segera dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan balita tersebut.
Keberhasilan ini merupakan hasil dari pencarian intensif yang melibatkan berbagai unsur SAR dan masyarakat setempat. Meskipun sempat menghadapi kendala sinyal komunikasi yang lemah, koordinasi yang solid antarinstansi berhasil memastikan proses pencarian berjalan efektif hingga balita tersebut ditemukan.
Kronologi Hilangnya Balita Arianti di Loksado
Sebelumnya, balita Arianti dilaporkan hilang pada Kamis (6/11) setelah terakhir terlihat bermain bersama kakaknya. Ia bermain di sekitar halaman rumah tetangga yang berlokasi di Dusun Bidukun RT 3, Desa Malinau. Keluarga dan warga setempat segera melakukan pencarian awal namun tidak membuahkan hasil.
Laporan mengenai hilangnya Arianti kemudian diteruskan kepada pihak berwenang, memicu dimulainya operasi pencarian berskala besar. Tim SAR gabungan segera dikerahkan untuk menyisir area sekitar lokasi hilangnya balita tersebut. Kondisi geografis Loksado yang dikenal dengan pegunungan dan perairan menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pencarian.
Pencarian intensif dilakukan selama dua hari penuh, dengan fokus pada area-area yang berpotensi menjadi tempat balita tersebut tersesat. Setiap petunjuk kecil menjadi sangat berharga dalam upaya menemukan Arianti yang masih sangat belia. Penemuan balita hilang Loksado ini adalah prioritas utama.
Operasi Pencarian Intensif Tim SAR Gabungan
Operasi pencarian balita Arianti melibatkan berbagai elemen dari Tim SAR gabungan yang bekerja tanpa henti. Mereka menyisir hutan dan area terbuka di sekitar Desa Malinau, menghadapi medan yang cukup sulit. Kendala utama yang dihadapi tim adalah lemahnya sinyal komunikasi di beberapa titik lokasi pencarian.
Meskipun demikian, semangat dan koordinasi yang kuat antarinstansi tidak surut. Dukungan dari masyarakat setempat juga sangat vital dalam mempercepat proses pencarian ini. Warga turut aktif membantu menyisir area dan memberikan informasi yang relevan kepada tim di lapangan.
Setelah dua hari pencarian yang melelahkan, Arianti akhirnya ditemukan pada Sabtu pagi. "Setelah dua hari pencarian intensif, Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan balita yang sebelumnya dilaporkan hilang di Desa Malinau pada Kamis (6/11),” ujar I Putu Sudayana. Balita tersebut ditemukan dalam keadaan selamat dan segera dievakuasi.
Penemuan ini menunjukkan efektivitas kerja sama tim dan kesigapan dalam menanggapi laporan kehilangan. Lokasi penemuan yang berjarak satu kilometer dari titik awal hilangnya Arianti membuktikan jangkauan luas operasi pencarian yang dilakukan.
Sinergi dan Apresiasi Atas Keberhasilan Operasi
Kepala Kantor SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh unsur SAR yang terlibat. Ia juga berterima kasih kepada masyarakat atas partisipasi aktif mereka. Keberhasilan menemukan balita hilang Loksado ini adalah bukti nyata sinergi yang baik.
“Operasi pencarian sempat mengalami kendala karena sinyal komunikasi yang lemah, namun berkat koordinasi lintas instansi dan dukungan masyarakat, proses pencarian dapat diselesaikan dengan cepat dan efektif,” tuturnya. Pernyataan ini menegaskan pentingnya kolaborasi dalam situasi darurat.
Setelah penemuan, Tim SAR gabungan melaksanakan debriefing evaluasi operasi sebelum kembali ke satuan masing-masing. Keberhasilan ini juga berkat kesiapsiagaan seluruh unsur SAR, termasuk warga setempat yang aktif dalam penanganan keadaan darurat di wilayah pegunungan dan perairan seperti di Loksado. Berbagai pihak yang terlibat dalam operasi ini meliputi:
Sumber: AntaraNews