Tim DVI Polri tunggu satu lagi data pembanding keluarga teroris
Terkait penolakan autopsi dari pihak keluarga terduga teroris, Arthur tetap menjalankannya sesuai prosedur.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri sudah mengambil lima dari enam data pembanding dari keluarga teroris yang ditembak Densus 88 dalam penggerebekan di Ciputat. Tim DIV masih menunggu satu lagi data pembanding.
"Iya sudah diambil semua sample jenazah. Sedangkan sampel pembanding baru lima dari enam jenazah. Kita tinggal menunggu satu lagi," kata Kapusdokkes Polri Brigjen Pol Arthur Tampi saat ditemui di RS Polri, Jakarta Timur, Rabu (2/1).
Namun Arthur masih merahasiakan identitas keluarga yang diambil sample DNAnya dan teroris tersebut. "Masih dicocokan, belum dapat hasilnya, diteliti dulu. Ya nama-nama itu kan Densus sumbernya," jelasnya.
Terkait penolakan autopsi dari pihak keluarga terduga teroris, Arthur tetap menjalankannya sesuai prosedur. "Kami tetap menjalankan seperti prosedur. Bahkan secara internasional juga sudah ada prosedurnya," terangnya.
Sebelumnya, Musdalifah (55), wanita yang mengaku satu jamaah dengan terduga teroris yang tewas di Ciputat, Tangerang Selatan, berharap para teroris tidak diautopsi. Sebab, hal ini permintaan keluarga dan penyebab kematian juga sudah diketahui.
Selain itu, pihaknya juga sudah melayangkan surat kepada kepolisian agar tidak melakukan hal tersebut. Wanita bercadar hitam dan menggunakan pakaian terusan panjang berwarna coklat ini mengaku, kedatangannya guna menemani salah seorang anak terduga teroris melakukan tes DNA. Namun, dia tidak menyebutkan nama korban tersebut.
Baca juga:
Kerugian penyergapan Densus agar ditanggung negara, bukan Polri
Ini alasan Mabes Polri mengapa menembak mati 6 terduga teroris
Kepala BNPT: Banyak teroris Malaysia yang lari ke Indonesia
Kapolri sebut teroris Indonesia didanai jaringan internasional
Aksi Densus 88 bisa beri tekanan pada gembong teroris lain