Aksi Densus 88 bisa beri tekanan pada gembong teroris lain
Merdeka.com - Asosiasi Korban Bom Terorisme di Indonesia (Askobi) menyambut baik penangkapan teroris di Ciputat, Tangerang, Banten yang dilakukan oleh Densus 88. Aksi penggerebekan dan penangkapan teroris yang ditayang di televisi itu pun bisa memberikan tekanan bagi gembong teroris lain di luar.
"Kami melihat itu mungkin kondisi di lapangan. Ini memang bagus untuk memberikan stressing kepada teroris lain. Namun bukan berarti banyak teroris ditangkap itu murni teroris. Ada juga sekarang yang kelompok kejahatan," kata Ketua Umum Askobi Wahyu Adiartono, Kamis (2/1).
Penggerebekan dan penangkapan yang dilakukan Densus dinilai sudah melalui proses investigasi dan pelacakan selama berbulan-bulan.
"Kalau dengan aksi penggerebekan dan penangkapannya memang Densus itu sudah dari hasil investigasi, hasil pelacakan berbulan-bulan lamanya. Ya kita mengacungi jempol terhadap prestasi itu," ujarnya.
Meski begitu, Askobi berharap pemerintah berintegrasi dalam pencegahan tindak terorisme di Indonesia. Pencegahan tidak hanya dilakukan oleh satu atau dua instansi pemerintah saja, namun semua instansi terkait harus diikutsertakan dalam proses pencegahan tersebut.
"Kami merasa nggak berjalan pemerintah baik BNPT-nya, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Sosial. Semua berpikir masing-masing. Terorisme sendiri penyebarannya terintegrasi dengan baik. Kalau pencegahannya tidak terintegrasi dengan baik sama saja," ungkapnya.
Askobi sendiri ikut dalam program pencegahan tindak terorisme bersama BNPT dan Densus 88. Program ini punya banyak kegiatan salah satunya bertemu dengan para pelaku di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).
"Dalam rangka silahturahim dan memberikan, mengimplementasikan unsur perdamaian. Kita kemarin ketemu Umar Patek. Bulan lalu harusnya ketemu Abu Bakar Ba'asyir tapi belum jadi," jelasnya.
(mdk/cza)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya