Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini alasan Mabes Polri mengapa menembak mati 6 terduga teroris

Ini alasan Mabes Polri mengapa menembak mati 6 terduga teroris Lokasi penggerebekan teroris di Tangsel. ©2014 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Penggerebekan teroris di Kampung Sawah, Ciputat menyebabkan 6 terduga teroris tewas karena diberondong tembakan. Aksi Densus 88 ini pun segera mendapat kecaman karena dinilai berlebihan.

Mabes Polri mengakui bahwa seharusnya penangkapan teroris di Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten tidak berujung pada kematian. Sebab aksi baku tembak yang dimulai pada Selasa (31/12) lalu Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri akhirnya memutuskan untuk menembak mati para ke enam teroris tersebut.

"Kepinginnya enggak meninggal ya. Kita tidak menginginkan pelaku kejahatan itu ditangkap dalam keadaan meninggal dunia. Ya memang kondisi di lapangan seperti itu, resikonya bisa polisi yang meninggal atau malah teroris yang meninggal," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Gedung Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (2/1).

Menurut Boy, kejahatan teroris seperti itu berbeda dengan kejahatan konvensional dan polisi tak bisa disamaratakan dalam menanggulangi suatu kasus.

"Jadi mereka kelompok yang memang melawan, jadi tidak seperti kejahatan konvensional. Jadi mungkin bagi mereka mati itu salah satu tujuan jihad, jadi mereka tidak ingin menyerah begitu saja. Dan konteksnya menguasai senjata api, kuasai bom. Tentunya dalam kondisi seperti ini bisa petugas yang beresiko, terkena serangan senjata yang mereka miliki," ujarnya.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Pol Sutarman menegaskan bahwa saat penggerebekan enam teroris di Kampung Sawah, Ciputat lalu sudah sesuai dengan standar operasional kepolisian. Bahkan dia menyebut bahwa penyerbuan teroris pun juga harus dilakukan dengan ramah.

"Dalam SOP, kita juga harus ramah, termasuk memperlakukan teroris. Kemarin anggota kita sudah memperingatkan tiga sampai empat kali agar mereka keluar menyerahkan diri, anggota kita kan sudah kepung rumahnya. Tapi dari mereka sempat lempar bom rakitan keluar dan sempat meledak di sana," kata Sutarman saat perjalanan menengok anggotanya di rumah sakit daerah Jakarta Selatan.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP