Kapolri sebut teroris Indonesia didanai jaringan internasional
Merdeka.com - Kapolri Jenderal Pol Sutarman meminta kepada seluruh tokoh agama agar terus menyampaikan kepada masyarakat tentang persepsi merampok untuk melakukan sebuah kegiatan itu salah. Sebab, selama ini teroris-teroris yang berkeliaran di Indonesia sudah terdoktrin dengan ajaran tersebut. Bahkan aksi teror bom sudah diyakini oleh para teroris sebagai ibadah.
"Kita juga mengimbau kepada alim ulama, tokoh masyarakat untuk menyampaikan kepada masyarakat kita, kalau melakukan suatu tujuan dengan cara merampok untuk membiayai operasionalnya, itu saya kira di agama manapun tidak dibenarkan. Oleh karenanya kita juga harus bisa menyampaikan," kata Sutarman di sebuah rumah sakit di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (2/1).
Sutarman juga berharap para anggota-anggotanya bisa menghabiskan sel-sel teroris yang masih berada di Indonesia. Sebab, teroris yang saat ini masih berkeliaran diduga selalu mendapat aliran dana operasional dari jaringan teroris di luar negeri.
"Selama ini kan (teroris) dibantu dan didukung dana-dana dari luar, dari kelompok teroris internasional. Kita bisa kurangi, sehingga kegiatan itu pasti akan memerlukan anggaran," ujarnya.
Sutarman menambahkan, para teroris-teroris yang beraksi selama ini di Indonesia diduga sudah terdoktrin dari buku karangan Abu Bakar Ba'asyir yang berjudul Tadzkirah. Sutarman pun yakin bahwa ajaran tersebut sama sekali tak dapat dibenarkan, karena salah satu ajaran di dalamnya menyebutkan bahwa melakukan kejahatan itu diperbolehkan.
"Merampok itu mendapat legalisir dan ada bukunya Abu Bakar Ba'asyir yang berjudul Tadzkirah. Di situ mengatakan bahwa merampok untuk kepentingan itu dihalalkan, itu ajaran dari mana? Itu yang harus kita pertanyakan. Saya kira seluruh bangsa Indonesia juga harus mempertanyakan," papar jenderal bintang empat ini.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya