Tidak Ada Anjuran Konsumsi Vitamin C yang Banyak untuk Cegah Corona
Spesialis mikrobiologi klinik Rumah Sakit Universitas Indonesia, Budiman Bela membantah kabar tersebut. Menurutnya, tidak ada anjuran dari tim kesehatan untuk mengonsumsi vitamin C yang banyak guna mencegah virus corona.
Virus corona jadi momok menakutkan di dunia, tak terkecuali Indonesia. Sebab hingga saat ini belum ditemukan vaksin atau obat antivirus corona.
Beredar informasi bahwa mengonsumsi vitamin C yang banyak bisa menangkal corona. Vitamin yang tergolong antioksidan itu dianggap mampu menangkal berbagai radikal bebas ekstraselular.
Spesialis mikrobiologi klinik Rumah Sakit Universitas Indonesia, Budiman Bela membantah kabar tersebut. Menurutnya, tidak ada anjuran dari tim kesehatan untuk mengonsumsi vitamin C yang banyak guna mencegah virus corona.
"Sebetulnya tidak pernah ada anjuran minum vitamin C yang banyak untuk mencegah virus corona," kata Budiman di Jakarta, Rabu (11/3) kemarin.
Diakuinya, vitamin C memang perlu dikonsumsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Namun, vitamin C bukan obat penangkal virus corona.
Budiman menjelaskan, masyarakat perlu menjaga pola makan dan makan makanan sehat untuk meningkatkan imun tubuh. Misalnya makan buah dan sayur-sayuran.
"Buah dan sayuran harus, gerak cukup, istirahat cukup, tidak boleh stress. Karena sistem kekebalan kita akan sangat dipengaruhi oleh gaya hidup yang sehat," ujarnya.
Budiman melanjutkan, pada dasarnya penderita virus corona bisa sembuh tanpa pengobatan. Dengan catatan, penderita menjaga pola makan sehat dan hidup bersih.
"Kita bisa sembuh sendiri asal dipertahankan kehidupannya. Tetapi ada juga orang-orang yang tidak kuat terhadap infeksi tersebut. Di luar negeri mereka sudah melakukan clinical trial, obat-obatan mana saja yang mungkin bisa dipakai untuk melindungi pasien," tutup dia.
Pakar Ikatan Kesehatan Masyarakat Indonesia, Hermawan Saputra mengatakan cara terbaik untuk mencegah terpapar virus corona adalah meningkatkan daya tahan tubuh. Menurutnya virus akan kalah dengan sendirinya jika imun tubuh manusia kuat.
"Memperkuat vitalitas sehingga virus itu dengan sendiri terlemahkan dan pada akhirnya hilang. Virus itu sebenarnya tergantung badan kita. Kalau kitanya lebih kuat dari virus ya virus kalah dengan sendirinya," kata Hermawan.
Baca juga:
Cegah Corona, Kapal Pesiar Berbendera Australia Dilarang Bersandar di Balikpapan
RSUZA Banda Aceh Kekurangan Alat RICU, Butuh Dana Rp 15 Miliar
Banyak Import Case Corona, DPR Minta Pemerintah Perketat Pengawasan di Bandara
Iran Umumkan Telah Temukan Obat Virus Corona
Waspada Corona, JK dan Menkeu Sri Mulyani Pakai Salam Siku Saat Bertemu
21 Orang Kontak Langsung dengan WNA Positif Covid-19 di Bali Diisolasi 14 Hari