Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

21 Orang Kontak Langsung dengan WNA Positif Covid-19 di Bali Diisolasi 14 Hari

21 Orang Kontak Langsung dengan WNA Positif Covid-19 di Bali Diisolasi 14 Hari Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. ©2020 Merdeka.com/Moh Khadafi

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi Bali hingga kini masih terus memantau 21 orang yang kontak langsung dengan WNA positif terpapar virus Corona atau Covid-19. WNA yang merupakan perempuan berusia 53 tahun meninggal, Rabu (11/3) kemarin.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Wayan Widia mengatakan ke-21 orang tersebut diisolasi di rumahnya masing-masing selama 14 hari.

"Sambil menunggu (hasil laboratorium) sementara kita lakukan (isolasi) di rumahnya. Tetapi untuk pemantauan setiap hari kita lakukan," kata Widia, di Kantor Gubernur, Bali, Kamis (12/3).

Selain itu, kata Widia, ke-21 orang tersebut juga dibekali Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) untuk mencegah penyebaran virus corona.

"Kita sudah melakukan isolasi terhadap karyawan yang pernah kontak tersebut dan sampelnya sudah kita ambil juga. Itu yang sudah dilakukan," imbuhnya.

Saat ditanya, apakah tidak mengkhawatirkan bila 21 orang itu diisolasi di rumahnya dan andai positif virus corona bisa menyebar ke pihak keluarganya. Ia berdalih hal tersebut sudah diantisipasi dengan rutin melakukan pengecekan dan pemeriksaan.

"Tentu kita sudah melakukan KIE juga. Sementara yang bersangkutan itu untuk mengurangi aktivitas keluar yang kedua mereka harus menggunakan masker dan ini kita sekarang menunggu hasil (laboratorium) dan mudah-mudahan secepatnya keluar," ujarnya.

Sementara ditempat yang sama, Wakil Gubernur Bali Wakil Gubernur (Wagub) Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace menyampaikan, yang terpenting saat ini bagaimana informasi ini bisa lebih terbuka agar mencegah virus corona itu.

"Sampai kemarin ketika Jubir di Pusat menyampaikan masih menyebutkan pasien 1,2,3. Jangankan desa atau hotelnya oleh sebab itu ini menjadi salah satu yang akan kita bahas besok karena sudah perlu kita terbuka," ujarnya.

"Karena sampai sekarang itu yang saya dengar di Pusat masih ditutup informasinya. Kita tau informasi itu ada ketika dia masuk rumah sakit saja. Kita maunya melacak darimana sehingga masyarakat kita juga bisa terlindungi," ujarnya.

Seperti yang diberitakan Satu pasien warga asing yang positif virus corona atau Covid-19 dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar, Bali, Rabu (11/3) sekitar pukul 02.46 Wita dinihari.

Made Indra menyampaikan, bahwa warga asing itu adalah berjenis wanita dan berumur 53 tahun namun pihaknya tidak membeberkan dari negara mana.

"Ternyata tadi mendapatkan penjelasan pasien ini adalah masuk dalam penjelasan kemarin yaitu kasus nomor 25, positif Covid-19 kasus nomor 25 yang dibacakan kemarin malam (di Jakarta)," katanya.

Warga asing ini, diketahui masuk ke RSUP Sanglah Denpasar pada tanggal 9 Maret lalu. Karena sebelumnya, dirawat di Rumah Sakit Swasta dan sudah dilakukan tindakan dengan prosedur yang sangat ketat.

Selain itu, pasien ini diagnosis empat penyakit dan setelah itu masuk dalam pengawasan pasien Covid 19. Namun, pihaknya belum bisa menjelaskan bahwa pasien itu meninggal karena 4 penyakit itu atau karena Covid-19.

"Pasien ini diagnosis penyakit, diabetus militus, hipertensi, hipertiroid dan penyakit paru menahun dan dalam pengawasan Covid 19. Jadi ada 4 penyakit bawaan yang cukup lama," jelas Made Indra.

Selain itu, Made Indra juga menyatakan bahwa sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga pasien tersebut dan disepakati pasien itu akan dikremasi di Mumbul, Kabupaten Badung, Bali.

"Pasien ini berjenis kelamin wanita, usianya 53 tahun warga negara asing. Dari hasil komunikasi itu disepakati di kremasi di Mumbul," ujar Made Indra.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP