Terungkap! DVI Polda Kalsel Berhasil Identifikasi 3 WNA Korban Heli Jatuh, Salah Satunya dari Brasil
Tim DVI Polda Kalsel telah berhasil mengidentifikasi tiga jasad WNA korban kecelakaan helikopter BK117 D3. Siapa saja mereka dan bagaimana proses identifikasi dilakukan?
Tim Identifikasi Korban Bencana (DVI) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) telah mencapai kemajuan signifikan dalam mengidentifikasi korban kecelakaan helikopter. Tiga jasad Warga Negara Asing (WNA) dari insiden jatuhnya helikopter BK117 D3 di kawasan hutan Desa Emil Baru, Mentewe, Tanah Bumbu, akhirnya berhasil dikenali. Keberhasilan ini membawa titik terang bagi keluarga korban yang menanti kepastian.
Proses identifikasi ini dilakukan dengan cermat oleh tim ahli di RS Bhayangkara Banjarmasin. Mereka mencocokkan data post mortem, yaitu kondisi korban saat ini, dengan data antemortem yang dimiliki sebelum insiden terjadi. Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr Muhammad El Yandiko menyampaikan hasil ini dalam konferensi pers Operasi DVI Polri.
Sejak jasad tiba di rumah sakit pada Jumat dini hari, tim DVI bekerja tanpa henti. Rekonsiliasi terhadap seluruh proses identifikasi ketiga jasad WNA tersebut rampung pada Sabtu sore sekitar pukul 17.00 WITA. Ini menunjukkan dedikasi tinggi tim dalam menyelesaikan tugas penting ini secepat mungkin.
Detail Identifikasi Ketiga WNA Korban Heli Jatuh
Tiga jasad WNA yang berhasil diidentifikasi membawa informasi penting mengenai identitas korban. Jasad bernomor kantong 003 teridentifikasi sebagai MW, seorang pria berusia 68 tahun berkebangsaan Australia. Proses identifikasi MW didasarkan pada catatan medis, data gigi, dan properti yang ditemukan bersamanya.
Selanjutnya, kantong jenazah nomor 007 dikenali sebagai CPQ, pria berusia 57 tahun asal Brasil. Identifikasi terhadap CPQ dilakukan melalui pencocokan catatan medis dan data gigi yang tersedia. Akurasi data antemortem sangat membantu dalam proses ini.
Jasad ketiga, dengan nomor kantong 006, teridentifikasi sebagai SKP, pria berusia 56 tahun dari India. Untuk SKP, identifikasi berhasil dilakukan melalui catatan medis dan properti yang melekat pada jasad. Keberhasilan identifikasi korban heli jatuh ini menjadi kabar baik di tengah duka.
Proses Pencarian dan Evakuasi Korban Heli Jatuh
Total delapan korban tercatat dalam kecelakaan helikopter ini, termasuk pilot, teknisi, dan enam penumpang. Dari jumlah tersebut, baru tiga jasad WNA yang kini telah teridentifikasi secara resmi. Lima jasad lainnya yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) masih dalam proses identifikasi lanjutan oleh Tim DVI Polda Kalsel di RS Bhayangkara Banjarmasin.
Bangkai helikopter BK117 D3 ditemukan di titik koordinat 03° 5’6” S – 115° 37’39.07” E, tepatnya di kawasan hutan sekitar Desa Emil Baru, Kecamatan Mentewe, Tanah Bumbu. Penemuan ini terjadi pada Rabu sore sekitar pukul 14.45 WITA, setelah helikopter hilang kontak sejak Senin pagi pukul 08.54 WITA. Lokasi penemuan berjarak sekitar 700 meter dari titik koordinat awal yang diberikan KNKT.
Pejabat On Scene Commander (OSC) segera mengerahkan seluruh Search and Rescue Unit (SRU) darat menuju lokasi penemuan. Upaya ini bertujuan untuk memperkuat proses evakuasi yang sangat menantang di medan hutan. Seluruh jasad korban akhirnya berhasil dievakuasi pada Kamis malam sekitar pukul 21.50 WITA, menandai berakhirnya operasi pencarian yang intensif.
Sumber: AntaraNews