LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Tangkal radikalisme di kampus, Kemenristekdikti diminta gandeng BNPT

Ketua DPR Bambang Soesatyo mendorong Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) beserta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) segera menjalin kerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

2018-06-04 17:12:00
Radikalisme
Advertisement

Ketua DPR Bambang Soesatyo mendorong Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) beserta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) segera menjalin kerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Menurut dia, langkah itu perlu segera ditempuh demi menangkal dan mengikis paparan radikalisme.

Berdasar penelitian BNPT, radikalisme telah masuk ke semua perguruan tinggi dari DKI Jakarta hingga Jawa Timur. Tujuh di antaranya merupakan perguruan tinggi negeri.

"Pimpinan DPR mendorong Kemenristekdikti dan Kemendikbud bekerja sama dengan BNPT untuk mengadakan kegiatan-kegiatan bertema nasionalisme di sekolah maupun universitas guna meningkatkan cinta tanah air dan sikap bela negara pada generasi muda," ujar Bamsoet di Jakarta, Senin (4/6).

Advertisement

Dia menambahkan, pemerintah seyogianya bisa mencari solusi bagi lingkungan pendidikan agar aman dari kasus radikalisme maupun terorisme. Sebab, di lingkungan pendidikan terdapat banyak generasi muda.

Untuk itu Bamsoet mendesak para rektor mengarahkan para mahasiswa dan mahasiswi di perguruan tinggi yang mereka pimpin untuk mengikuti kegiatan kemahasiswaan yang positif. "Dengan BNPT untuk mengadakan kegiatan-kegiatan bertema nasionalisme di sekolah maupun universitas guna meningkatkan cinta tanah air dan sikap bela negara pada generasi muda," ujarnya.

Selain itu, Bamsoet juga meminta Badan Intelijen Negara (BIN) menggencarkan penyelidikan di kampus-kampus yang diduga terpapar radikalisme. "Agar jaringan terorisme dapat segera ditemukan dan diberantas," sambungnya.

Advertisement

Terkait penindakan, Bamsoet mendorong Polri terus meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap para terduga teroris termasuk di lingkungan kampus. "Guna mencegah berulangnya kasus terorisme, terutama di lingkungan pendidikan," pungkasnya.

Baca juga:
Cegah gerakan radikal, Pangdam Hasanuddin minta waspadai indekos dan masjid
Densus 88 tangkap terduga teroris pelempar molotov di Candi Resto Solo
Fadli Zon tak yakin radikalisme berkembang di kampus-kampus
Wakapolri sebut penangkapan tiga terduga teroris di Unri pengembangan kasus lama
Densus 88 geledah Kampus Universitas Riau

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.