Taman Bendera Pusaka Jakarta: Inovasi Atasi Banjir dengan Desain 'Tenggelam'
Kepala Dinas SDA Jakarta mengingatkan pengunjung agar tidak kaget jika Taman Bendera Pusaka terendam banjir saat musim hujan, karena taman ini memang didesain khusus untuk menampung air dan menjadi solusi banjir Jakarta.
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta, Ika Agustin Ningrum, memberikan penjelasan penting terkait fungsi Taman Bendera Pusaka. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak terkejut jika taman ini terendam air saat musim hujan tiba. Desain inovatif taman ini memang memungkinkan fungsinya berubah seiring pergantian musim.
Taman yang berlokasi di Jakarta Selatan ini dirancang sebagai solusi terintegrasi antara ruang hijau dan sistem penampungan air. Saat musim kemarau, area ini berfungsi sebagai taman yang asri dan nyaman bagi pengunjung. Namun, ketika musim hujan, taman ini akan bertransformasi menjadi penampung debit air.
Konsep ini bertujuan untuk mengendalikan banjir di wilayah hilir seperti Hang Lekir dan Hang Jebat, Jakarta Selatan. Air hujan akan ditampung sementara di Taman Bendera Pusaka sebelum dialirkan secara bertahap. Ini merupakan upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mitigasi bencana banjir.
Desain Inovatif untuk Pengendalian Banjir
Ika Agustin Ningrum menjelaskan bahwa Taman Bendera Pusaka mengusung konsep integrasi "biru dan hijau" yang unik. Desain ini memungkinkan taman berfungsi ganda, menyesuaikan diri dengan kondisi cuaca. Pada musim kering, taman ini sepenuhnya berfungsi sebagai ruang terbuka hijau yang dapat dinikmati masyarakat.
Sebaliknya, saat musim hujan dengan intensitas curah hujan mencapai 150 milimeter, taman ini dirancang untuk mampu menampung debit air. Kapasitas penampungan ini krusial untuk mengurangi dampak banjir di kawasan hilir. Air hujan akan ditahan sementara di area taman sebelum dilepaskan secara terkontrol ke saluran drainase selanjutnya.
Oleh karena itu, Ika menegaskan bahwa pemandangan taman yang terendam air saat hujan lebat bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan. Hal ini justru menunjukkan bahwa fungsi utama taman sebagai waduk semi-penyimpanan sedang berjalan sesuai rencana. Konsep ini merupakan pendekatan ekologis yang serius dalam mengatasi persoalan banjir Jakarta.
Integrasi Solusi Banjir dan Ruang Terbuka Hijau
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, sebelumnya telah mengungkapkan visi di balik pengembangan Taman Bendera Pusaka. Penggabungan tiga taman menjadi satu area ini bukan sekadar menambah ruang terbuka hijau (RTH) bagi warga Jakarta. Lebih dari itu, proyek ini memiliki misi ganda yang lebih besar.
Pramono menjelaskan bahwa taman ini dirancang sekaligus untuk menyelesaikan persoalan banjir yang kerap melanda ibu kota. Selain itu, desain taman juga mempertimbangkan masalah bau yang selama ini menjadi keluhan di area tersebut. Ini menandai pendekatan komprehensif dalam pembangunan infrastruktur publik.
Menurut Gubernur, manfaat yang didapatkan publik dari taman ini sangat signifikan. Ia menekankan bahwa ini adalah kali pertama sebuah taman dibangun dengan tujuan ganda, yakni sebagai fasilitas rekreasi dan juga sebagai bagian dari solusi penanganan banjir serta polusi bau. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap kualitas hidup warga.
Investasi Jangka Panjang untuk Kualitas Hidup Warga
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki rencana ambisius untuk mengintegrasikan sistem drainase yang canggih dengan infrastruktur hijau dalam desain Taman Bendera Pusaka. Langkah ini diambil untuk memaksimalkan daya resap air tanah dan meningkatkan sirkulasi udara di lingkungan sekitar. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem perkotaan yang lebih seimbang.
Pramono Anung Wibowo menegaskan bahwa pembangunan taman ini adalah investasi besar untuk kualitas hidup warga Jakarta. Ia mengakui bahwa proyek semacam ini memerlukan biaya yang tidak sedikit. Namun, ia memandang biaya tersebut sebagai investasi penting yang tidak bisa ditunda lagi mengingat urgensi masalah banjir dan polusi bau.
Gubernur juga menekankan pendekatan ekologis yang serius dalam pembangunan taman ini. Ia menyatakan bahwa masalah banjir dan polusi bau yang mengganggu sudah tidak bisa lagi ditunda penanganannya. Oleh karena itu, Taman Bendera Pusaka menjadi contoh nyata komitmen pemerintah dalam menciptakan lingkungan kota yang lebih baik dan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews