Tak terima diblokir, pengelola situs Islam datangi Kemenkominfo
Pemerintah dinilai tidak adil lantaran tidak ada pemberitahuan blokir situs Islam sebelumnya.
Sejumlah pengelola situs Islam mendatangi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk mempertanyakan alasan pemerintah memblokir situs-situs mereka.
"Kita dituding bergabung ISIS. Padahal kita mengajak Islam yang benar dan baik," kata salah satu pengelola situs Islam, Mahladi, Selasa (31/3).
Dirinya merasa perlakuan pemerintah tidak adil lantaran tidak ada pemberitahuan blokir situs Islam sebelumnya. Selain itu, pemerintah tidak membuka jalur komunikasi dengan para pengelola situs. Oleh sebab itu, pihaknya merasa dirugikan.
"Kalau kami dianggap salah dalam pemberitaan, sebelah mana salahnya. Kalau berita kami dianggap berbahaya, di mana letak bahayanya. Kalau kami dianggap mengajak paham ISIS, mana berita kami seperti itu," ujarnya.
Pantauan merdeka.com, ada lima situs Islam yang mendatangi Kemenkominfo, mereka terdiri dari Hidayatullah.com, Kiblat.net, Ar Rahmah, Aql, dan Salamonline. Mereka datang sekitar pukul 10:15 WIB.
Sebelumnya, Kemenkominfo memblokir 22 media Islam terkait Islamic State Iraq and Syria (ISIS). Mereka diduga bergabung oleh ISIS dan mengajak masyarakat untuk menjadi anggota ISIS. 22 situs tersebut adalah :
1. arrahmah.com
2. voa-islam.com
3. ghur4ba.blogspot.com
4. panjimas.com
5. thoriquna.com
6. dakwatuna.com
7. kafilahmujahid.com
8. an-najah.net
9. muslimdaily.net
10. hidayatullah.com
11. salam-online.com
12. aqlislamiccenter.com
13. kiblat.net
14. dakwahmedia.com
15. muqawamah.com
16. lasdipo.com
17. gemaislam.com
18. eramuslim.com
19. daulahislam.com
20. mshoutussalam.com
21. azzammedia.com
22. Indonesiasupportislamicstate.blogspot.com
Baca juga:
Pemerintah Jokowi blokir situs Islam terburu-buru, kesannya otoriter
'22 Situs Islam ditutup, pemerintah pasung kebebasan berekspresi'
Menkominfo Tifatul blokir situs porno, era Jokowi blokir situs Islam
PUI anggap pemblokiran situs dakwah adalah 'pesanan' Amerika
Hidayatullah.com tak terima disebut radikal dan akan diblokir
BNPT minta situs media Islam ditutup, #KembalikanMediaIslam mendunia