Tahukah Anda? SMAN Agam Cendekia Jadi Pelopor Ekstrakurikuler Dayung di Sumbar, Unggulkan Kesehatan dan Prestasi Siswa
SMAN Agam Cendekia di Agam, Sumbar, kini menjadikan Ekstrakurikuler Dayung sebagai program unggulan untuk 334 siswanya. Simak bagaimana kegiatan ini membentuk fisik, mental, dan kekompakan.
Lubuk Basung, Merdeka.com – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Agam Cendekia di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kini menorehkan sejarah baru dengan menjadikan Ekstrakurikuler Dayung sebagai program unggulan bagi seluruh siswanya. Inisiatif ini bertujuan untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki fisik yang prima, mental yang kuat, serta jiwa sportif.
Program inovatif ini melibatkan total 334 siswa dari kelas 10, 11, dan 12, yang secara rutin setiap hari Sabtu mengasah kemampuan mereka di Danau Maninjau. Lokasi danau yang strategis, tepat di depan sekolah, menjadi aset berharga yang dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan pembentukan karakter dan pengembangan potensi olahraga.
Pemilihan dayung sebagai ekstrakurikuler utama ini didasarkan pada visi untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental siswa, melatih kekompakan tim, serta pada akhirnya diharapkan dapat memicu peningkatan prestasi di bidang akademik. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata pemanfaatan potensi alam daerah untuk mendukung pendidikan.
Membentuk Karakter dan Kesehatan Melalui Dayung
Kepala SMAN Agam Cendekia, Muhammad Hernandar, menjelaskan bahwa kegiatan Ekstrakurikuler Dayung ini dilaksanakan di Danau Maninjau, yang merupakan danau vulkanik ikonik di daerah tersebut. "Siswa ikut ekstrakurikuler di Danau Maninjau yang berada di depan sekolah dan kegiatan setiap Sabtu," ujarnya.
Hernandar menambahkan bahwa program ini dirancang untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental siswa. Selain itu, dayung juga efektif melatih kekompakan tim, sebuah keterampilan vital yang akan sangat bermanfaat dalam kehidupan sosial dan profesional mereka di masa depan, serta diharapkan berdampak positif pada prestasi akademik.
Dalam setiap sesi latihan, siswa tidak hanya diajarkan teknik dasar dayung, tetapi juga dilatih untuk membangun kekuatan kaki dan tangan. Yang tak kalah penting, kegiatan ini menekankan pada kerja sama tim yang solid, yang secara langsung berkontribusi pada pembentukan karakter positif dan semangat persahabatan di antara para siswa.
Pionir Ekstrakurikuler Dayung di Sumatera Barat
Dengan total 334 siswa yang berpartisipasi, SMAN Agam Cendekia memastikan bahwa setiap perahu diisi dengan maksimal 20 siswa, didampingi oleh satu pelatih dan satu pendamping. Pelatih yang membimbing para siswa merupakan pelatih dayung asli Agam, yang juga putra daerah Danau Maninjau, memastikan bimbingan yang berkualitas dan relevan dengan kondisi lokal.
Muhammad Hernandar menyatakan bahwa dayung merupakan Ekstrakurikuler Dayung unggulan untuk tahun ajaran 2025/2026. "Kami memiliki satu perahu untuk mendukung ekstrakurikuler ini," tambahnya. Hal yang membanggakan, SMAN Agam Cendekia menjadi satu-satunya sekolah di Sumatera Barat yang memiliki program ekstrakurikuler dayung.
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya sekolah untuk mengembangkan potensi olahraga yang ada di daerah tersebut, mengingat lokasi sekolah yang berdekatan langsung dengan Danau Maninjau. Pemanfaatan sumber daya alam lokal ini menjadi model bagi pengembangan pendidikan berbasis lingkungan.
Selain dayung, SMAN Agam Cendekia juga menawarkan ekstrakurikuler unggulan lainnya, yaitu pencak silat tradisional. Keberagaman pilihan ekstrakurikuler ini menunjukkan komitmen sekolah dalam menyediakan wadah bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat mereka di berbagai bidang.
Sumber: AntaraNews