Tahukah Anda Sebagian Besar Informasi dari Medsos? PBB Serukan Ruang Informasi Digital yang Lebih Manusiawi
PBB menyerukan penciptaan Ruang Informasi Digital yang lebih manusiawi. Temukan mengapa platform online saat ini dianggap merusak kepercayaan dan upaya global.
PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) baru-baru ini menyerukan pembentukan ruang informasi yang lebih manusiawi di tengah lanskap digital yang semakin kompleks. Seruan ini disampaikan dalam Global South Media and Think Tank Forum di Kunming, Yunnan, China. Organisasi global tersebut menyoroti bagaimana sebagian besar informasi kini didapatkan dari media sosial.
Survei global menunjukkan bahwa platform online, meskipun menjadi sumber utama, tidak dirancang untuk mempromosikan fakta objektif atau solusi konstruktif. Melissa Fleming, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Komunikasi Global, menjelaskan bahwa algoritma media sosial cenderung memperkuat konten sensasional. Kondisi ini secara signifikan berkontribusi pada penyebaran disinformasi.
Fleming juga menyoroti munculnya alat AI generatif yang memperburuk masalah dengan menciptakan situs berita palsu dan deepfake yang sangat meyakinkan. Fenomena ini membuat bahkan jurnalis berpengalaman kesulitan membedakan yang asli dari yang palsu. Akibatnya, kepercayaan publik terhadap institusi dan informasi penting semakin terkikis.
Tantangan Lanskap Informasi Digital Saat Ini
Lanskap informasi digital saat ini menghadapi tantangan serius akibat desain platform online. Melissa Fleming menjelaskan, "Baru-baru ini, beberapa alat AI generatif telah membunyikan alarm baru dengan munculnya situs berita palsu yang dibuat menyerupai aslinya, dan penyebaran deepfake yang begitu meyakinkan dan personal sehingga bahkan jurnalis dan pemeriksa fakta berpengalaman kesulitan mendeteksinya secara real time." Ini menciptakan kebingungan di kalangan masyarakat.
Kondisi ini secara langsung mengikis kepercayaan publik. Fleming menambahkan, "Tidak heran banyak orang tidak lagi tahu apa yang harus dipercaya. Lanskap ini semakin mengikis kepercayaan — kepercayaan pada institusi, kepercayaan pada sains iklim, dan kepercayaan pada vaksin. Kepercayaan pada cetak biru kami untuk dunia yang lebih berkelanjutan." Dampaknya meluas ke berbagai aspek kehidupan.
Semua masalah ini secara langsung memengaruhi upaya PBB untuk mewujudkan dunia yang lebih baik. Disinformasi dapat menghambat kemajuan dalam isu-isu krusial seperti perubahan iklim dan kesehatan global. Oleh karena itu, PBB mendesak upaya kolektif untuk menciptakan ruang informasi yang lebih manusiawi.
Fleming menegaskan, "Kita membutuhkan tindakan untuk membuat ekosistem informasi kita lebih manusiawi — di mana konten yang merusak tidak lagi dipromosikan, disinformasi tidak lagi dimonetisasi, dan di mana informasi yang paling akurat dan andal juga yang paling mudah diakses." Ini membutuhkan perubahan mendasar dalam cara kerja platform digital.
Prinsip Global untuk Ekosistem Informasi yang Sehat
Lebih dari setahun yang lalu, PBB meluncurkan Global Principles for Information Integrity sebagai alat advokasi yang kuat. Prinsip-prinsip ini dirancang untuk memandu tindakan menuju ekosistem informasi yang lebih sehat dan terpercaya. Tujuannya adalah untuk mendorong semua pihak yang terlibat dalam ekosistem informasi untuk mengambil tanggung jawab.
Prinsip-prinsip tersebut menyerukan kepada semua aktor untuk meninggalkan model bisnis yang mendapatkan keuntungan dari disinformasi dan kebencian. Selain itu, mereka juga diharapkan dapat mengurangi kerusakan yang ditimbulkan oleh produk dan praktik mereka terhadap masyarakat. Ini adalah langkah krusial untuk melindungi integritas informasi.
PBB berupaya membangun momentum global untuk menegakkan hak asasi manusia, mendorong aksi iklim yang berani, dan mempercepat kemajuan pembangunan berkelanjutan. Fleming menyatakan, "PBB berupaya membangun momentum global untuk menegakkan hak asasi manusia, mendorong aksi iklim yang berani, dan mempercepat kemajuan pembangunan berkelanjutan." Informasi yang akurat menjadi fondasi penting untuk mencapai tujuan ini.
Menjelang pertemuan iklim penting COP30 di Brazil pada November mendatang, PBB berupaya membangun momentum di balik aksi iklim. Fleming menjelaskan, "Menjelang COP30, kami berupaya membangun momentum di balik aksi iklim dengan koalisi di seluruh dunia yang mempromosikan fakta dan solusi tentang perubahan iklim dan berinvestasi dalam penelitian disinformasi iklim serta dampaknya, terutama di Global Selatan." Upaya ini tidak dapat dilakukan sendiri. Fleming menyimpulkan, "Kita tidak bisa melakukannya sendiri. Perubahan yang berarti hanya bisa datang dengan publik yang terinformasi dengan baik dan terlibat."
Sumber: AntaraNews