Tahukah Anda? LPDI Makassar Perkenalkan Program Inklusi Disabilitas Makassar ke Wakil Wali Kota
Lembaga Peduli Disabilitas Inklusif (LPDI) Makassar memperkenalkan Program Inklusi Disabilitas Makassar kepada Wakil Wali Kota, mencakup pendidikan hingga kemandirian ekonomi. Apa saja detailnya?
Lembaga Peduli Disabilitas Inklusif (LPDI) Makassar baru-baru ini memperkenalkan program kerja inklusi kepada Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham. Pertemuan penting ini berlangsung di Balaikota Makassar pada Rabu, 17 September, menandai langkah maju dalam upaya pemberdayaan disabilitas di kota tersebut. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih mendukung bagi seluruh lapisan masyarakat.
Program yang diperkenalkan LPDI Makassar tersebut secara spesifik berfokus pada pemberdayaan penyandang disabilitas, dengan perhatian khusus diberikan kepada para penyintas kusta. Ketua LPDI Makassar, Hariyadi Gunawan, memaparkan berbagai aspek program yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup mereka. Ini merupakan komitmen nyata untuk kesetaraan.
Hariyadi Gunawan menjelaskan bahwa program inklusi ini mencakup berbagai bidang krusial, mulai dari pendidikan dan pelatihan keterampilan hingga kesehatan dan peningkatan kemandirian ekonomi. Tujuannya adalah membuka akses serta kesempatan yang lebih luas bagi penyandang disabilitas. Langkah ini sejalan dengan visi pembangunan kota yang merata.
Inisiatif Komprehensif LPDI untuk Pemberdayaan Disabilitas
LPDI Makassar menunjukkan konsistensinya dalam mendampingi penyintas kusta melalui serangkaian program yang terstruktur. Program-program ini dirancang untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh penyandang disabilitas, memastikan mereka mendapatkan hak dan kesempatan yang setara. Upaya ini merupakan bagian integral dari Program Inklusi Disabilitas Makassar yang lebih besar.
Ketua LPDI Makassar, Hariyadi Gunawan, menegaskan bahwa fokus utama program adalah memberikan bekal yang memadai bagi para penyandang disabilitas. Melalui pendidikan, mereka diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Pelatihan keterampilan juga disediakan untuk membuka peluang kerja baru.
Selain pendidikan dan keterampilan, aspek kesehatan juga menjadi prioritas dalam Program Inklusi Disabilitas Makassar ini. LPDI berupaya memastikan penyandang disabilitas memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang layak. Peningkatan kemandirian ekonomi juga menjadi sasaran, agar mereka dapat berkontribusi secara aktif dalam masyarakat.
Inisiatif ini tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan, tetapi juga mendorong partisipasi aktif dari penyandang disabilitas. Dengan demikian, mereka tidak hanya menjadi penerima manfaat, melainkan juga agen perubahan. LPDI berharap program ini dapat menjadi model bagi daerah lain.
Dukungan Penuh Pemerintah Kota Makassar Wujudkan Kota Inklusif
Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi LPDI Makassar. Beliau menyatakan bahwa konsistensi LPDI dalam mendampingi penyintas kusta sangat sejalan dengan semangat Pemerintah Kota Makassar. Visi Pemkot adalah membangun masyarakat yang inklusif dan berkeadilan bagi semua.
Aliyah Mustika Ilham secara langsung mengutip, “Kami sangat mengapresiasi LPDI yang dengan tulus mendampingi saudara-saudara kita penyintas kusta." Beliau menambahkan bahwa program pendidikan, pelatihan keterampilan, dan penguatan kapasitas adalah langkah penting. Ini semua untuk membuka akses dan kesempatan yang lebih luas bagi mereka yang membutuhkan.
Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan LPDI serta lembaga lain yang memiliki visi serupa. Kolaborasi ini bertujuan untuk mewujudkan Makassar sebagai Kota MULIA (Modern, Unggul, Lestari, Inovatif, dan Aman). Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian tujuan inklusi.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting dari Pemkot Makassar, menunjukkan keseriusan pemerintah. Di antaranya adalah Kepala Dinas Pendidikan Achi Solaeman, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Arlin Ariesta, serta perwakilan dari Dinas Sosial dan Dinas Tenaga Kerja. Kehadiran mereka menegaskan dukungan lintas sektor terhadap Program Inklusi Disabilitas Makassar.
Dari pihak LPDI, turut hadir Penasehat Maxi Huay, Ketua Hariyadi Gunawan, Sekretaris Nurlia N, Bendahara Nunu, serta jajaran koordinator bidang kesehatan, tenaga kerja, humas, dan pendidikan. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan keseriusan dan komitmen bersama dalam menjalankan program. Pertemuan ini menjadi wadah strategis untuk koordinasi.
Sumber: AntaraNews