Tahukah Anda? Konseling Pra Nikah Penting untuk Bangun Keluarga Berkualitas, Kata Kemendukbangga
Kemendukbangga/BKKBN menekankan pentingnya Konseling Pra Nikah untuk menciptakan keluarga berkualitas. Pahami risiko dan siapkan diri sebelum berumah tangga.
Bandarlampung, Merdeka.com – Sekretaris Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN, Budi Setiyono, menegaskan pentingnya edukasi melalui konseling pra nikah. Hal ini bertujuan untuk membentuk keluarga yang berkualitas dan tangguh menghadapi berbagai tantangan. Pernyataan tersebut disampaikan Budi Setiyono di Bandarlampung pada Kamis malam, 28 Agustus.
Menurut Budi, setiap individu yang akan memasuki jenjang pernikahan harus menyadari betapa krusialnya pemahaman tentang kehidupan rumah tangga. Edukasi ini juga mencakup pengenalan terhadap berbagai risiko yang mungkin dihadapi selama berumah tangga. Dengan demikian, calon pasangan dapat mempersiapkan diri secara mental dan praktis sebelum mengarungi bahtera rumah tangga.
Melalui sosialisasi dan edukasi yang terstruktur dalam Konseling Pra Nikah, diharapkan potensi permasalahan dalam keluarga dapat diminimalisir secara signifikan. Proses ini pada akhirnya akan berkontribusi pada terciptanya unit keluarga yang lebih harmonis dan berkualitas. Kesiapan dini menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan tersebut.
Manfaat Edukasi Pra Nikah untuk Kesiapan Berkeluarga
Edukasi pra nikah berperan vital dalam membekali calon pasangan dengan pengetahuan yang komprehensif mengenai dinamika rumah tangga. Sosialisasi ini bukan hanya sekadar teori, melainkan panduan praktis untuk menghadapi realitas kehidupan berumah tangga yang kompleks. Dengan pemahaman yang mendalam, pasangan dapat mengurangi risiko konflik, kesalahpahaman, dan masalah finansial di kemudian hari.
Meskipun implementasi saran-saran ini tidak selalu mudah dalam praktik, BKKBN telah menyediakan fasilitas konseling yang didukung oleh psikolog mumpuni. Para ahli ini tersebar di berbagai pusat layanan konseling yang dapat diakses oleh masyarakat. Selain itu, masyarakat juga memiliki opsi untuk melakukan konsultasi secara daring, memudahkan akses bagi siapa saja yang membutuhkan bimbingan dan solusi.
Dalam sesi konseling, calon pengantin akan diberikan pemahaman mendalam mengenai beragam kesiapan yang harus dipenuhi sebelum menikah. Aspek-aspek krusial seperti memiliki pekerjaan tetap, kepemilikan rumah yang layak, dan stabilitas finansial menjadi fokus utama pembahasan. Pemahaman ini sangat penting agar pasangan dapat memperhitungkan potensi risiko yang mungkin muncul jika persiapan belum matang dan tidak terencana.
Lebih lanjut, konseling juga membantu pasangan untuk menyusun skala prioritas yang harus dipertimbangkan secara cermat. Hal ini bertujuan agar mereka tidak kehilangan kendali dalam mengelola rumah tangga di tengah berbagai tantangan. Penekanan pada perencanaan yang matang akan membimbing pasangan menuju kehidupan yang lebih terarah, stabil, dan harmonis sejak awal.
Mencegah Risiko Keluarga Tidak Berkualitas dan Dampaknya
Budi Setiyono menyoroti dampak serius dari kurangnya persiapan dalam berumah tangga, terutama setelah memiliki anak. Tanpa penghasilan tetap yang memadai atau waktu luang yang cukup untuk mengasuh, anak-anak berisiko tinggi mengalami stunting atau bahkan terlantar. Risiko-risiko ini, yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang dan masa depan anak, harus dipahami serta diedukasi sejak dini kepada calon pasangan.
Peran konsultan dalam mendampingi masyarakat sangatlah penting untuk membangun keluarga yang kuat, sehat, dan sejahtera. Konsultan membantu menyelesaikan permasalahan keluarga yang muncul serta menyediakan layanan berbasis keluarga yang komprehensif. Pendampingan profesional ini memastikan bahwa setiap keluarga mendapatkan dukungan yang diperlukan untuk mengatasi kesulitan.
Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan layanan Konseling Pra Nikah yang tersedia dengan maksimal sebagai bentuk investasi. Layanan ini merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan keluarga yang berkualitas, sejahtera, dan mampu berkontribusi positif bagi bangsa. Dengan demikian, setiap pasangan dapat memulai babak baru kehidupan mereka dengan bekal pengetahuan dan kesiapan yang cukup.
Pemanfaatan fasilitas konseling ini diharapkan dapat menekan angka perceraian dan masalah sosial lainnya yang berakar dari ketidaksiapan berumah tangga. Keluarga yang berkualitas akan menjadi pondasi kuat bagi pembangunan sumber daya manusia yang unggul di masa depan. Oleh karena itu, kesadaran akan pentingnya konseling ini perlu terus ditingkatkan.
Sumber: AntaraNews