Tahukah Anda? Bupati Sugiri Dorong Desa di Ponorogo Miliki Event Berkarakter Lewat Program Karisma Event Ponorogo (Kepo)
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko meluncurkan program Karisma Event Ponorogo (Kepo) untuk mendorong setiap desa memiliki event khas, memperkuat identitas, dan menumbuhkan ekosistem wisata lokal. Penasaran bagaimana program ini akan memajukan Ponorogo?
Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, kini tengah gencar mendorong setiap desa dan kelurahan untuk memiliki event berkarakter khas. Inisiatif ini diwujudkan melalui peluncuran program Karisma Event Ponorogo (Kepo) yang digagas langsung oleh Bupati Sugiri Sancoko. Program strategis ini bertujuan untuk memperkuat identitas lokal wilayah serta menumbuhkan ekosistem pariwisata berbasis budaya di seluruh pelosok Ponorogo.
Bupati Sugiri Sancoko menyatakan bahwa langkah proaktif ini merupakan tindak lanjut konkret setelah Ponorogo resmi bergabung dalam jaringan Kota Kreatif Indonesia. Dengan adanya program Kepo, setiap desa di Bumi Reog diharapkan dapat memiliki agenda wisata tahunan yang unik dan menarik. Setiap agenda tersebut akan mengangkat tema serta kekhasan masing-masing wilayah, mencerminkan keragaman budaya Ponorogo.
Untuk memastikan keberhasilan implementasi program ini, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) diminta proaktif. Mereka bertugas melakukan pendataan komprehensif serta pembinaan intensif terhadap potensi lokal yang ada. Tujuannya adalah agar setiap potensi dapat digarap secara profesional dan berkelanjutan, memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Membangun Identitas Desa Melalui Event Berkarakter
Bupati Sugiri Sancoko secara tegas menekankan pentingnya konsistensi dan karakter unik dalam setiap event yang diselenggarakan oleh desa. "Kami ingin tiap desa menampilkan event yang konsisten, punya karakter, dan berbeda dari yang lain," ujarnya. Ia menegaskan bahwa kearifan lokal yang dimiliki masyarakat harus diangkat menjadi sumber kreativitas utama dan daya tarik tersendiri.
Program Karisma Event Ponorogo (Kepo) ini dirancang sebagai wadah ideal bagi desa-desa untuk menggali dan menampilkan kekayaan budayanya. Dengan partisipasi aktif dalam program ini, setiap desa tidak hanya akan memiliki acara rutin, tetapi juga sebuah identitas yang kuat dan membedakan. Hal ini akan menjadikan mereka unik di antara desa-desa lain di Kabupaten Ponorogo.
Dinas terkait diharapkan mampu membimbing desa-desa dalam merancang event yang tidak hanya menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara. Lebih dari itu, event tersebut juga harus mampu merefleksikan nilai-nilai luhur dan tradisi asli masyarakat setempat. Ini merupakan langkah strategis untuk mempromosikan Ponorogo secara menyeluruh sebagai destinasi budaya yang kaya.
Potensi Budaya Lokal sebagai Penggerak Ekonomi Kreatif
Kabupaten Ponorogo memiliki sejumlah tradisi lokal yang dinilai memiliki potensi besar untuk masuk dalam kalender Karisma Event Ponorogo (Kepo). Salah satu contohnya adalah tradisi sebar koin dan tumpengan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Coper, Kecamatan Jetis. Tradisi ini telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat setempat.
Selain itu, tradisi Methik Pari di Desa Glinggang, Kecamatan Sampung, juga merupakan acara yang rutin digelar saat panen raya tiba. Tradisi-tradisi semacam ini menunjukkan betapa melimpahnya kekayaan budaya yang dapat dioptimalkan. Jika dikelola dengan baik dan profesional, event-event ini berpotensi menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah.
Menurut Bupati Sugiri, optimalisasi potensi budaya di setiap desa dapat menghasilkan ratusan agenda wisata sepanjang tahun. "Kalau satu desa punya banyak kekayaan budaya, event bisa diadakan berkali-kali dan memutar kincir ekonomi," katanya, menyoroti dampak ekonomi yang signifikan. Hal ini akan menciptakan efek berganda bagi perekonomian lokal, mulai dari UMKM hingga sektor jasa.
Program Kepo ditargetkan untuk menjadi kalender event resmi Kabupaten Ponorogo yang terstruktur. Dengan demikian, wisatawan akan memiliki banyak pilihan kunjungan sepanjang tahun, merencanakan perjalanan mereka dengan lebih baik. Sektor ekonomi kreatif setempat pun diharapkan dapat ikut terangkat secara signifikan, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sumber: AntaraNews