Sumardji Enggan Tanggapi Road Map Garuda Membara, Pertanyakan Sumber Peta Jalan PSSI
Ketua BTN Sumardji memilih bungkam terkait beredarnya Road Map Garuda Membara yang berisi target ambisius PSSI hingga Piala Dunia 2030, mempertanyakan kevalidan sumbernya.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji menolak untuk memberikan komentar mengenai dokumen "Garuda Membara" yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Pernyataan ini disampaikan Sumardji kepada awak media saat memantau latihan timnas U-22 Indonesia di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, pada hari Senin. Sikap keengganannya ini didasari oleh ketidakjelasan sumber dari peta jalan tersebut.
Sumardji secara tegas menyatakan bahwa dirinya belum dapat menjawab pertanyaan seputar road map tersebut karena belum mengetahui asal-usulnya. "Belum bisa menjawab, saya tidak akan komentar berkaitan dengan itu. Karena sumbernya dari mana saya juga belum tahu loh ini. Ya kan? Sumbernya dari mana? Apakah sumber dari PSSI?," ujar Sumardji, menekankan pentingnya validitas informasi. Dokumen ini beredar sekitar satu bulan setelah timnas Indonesia gagal melaju ke Piala Dunia 2026.
Peta jalan ambisius ini mencakup target Indonesia untuk bermain di Piala Dunia 2030, sebuah cita-cita yang muncul pasca kekalahan timnas dari Arab Saudi dan Irak di Jeddah. Sumardji kembali menegaskan perlunya klarifikasi mengenai sumber dokumen tersebut sebelum memberikan tanggapan lebih lanjut. Ia merasa belum mendapatkan informasi resmi terkait peta jalan strategis ini.
Visi Ambisius "Garuda Membara" Menuju 2034
Dokumen "Garuda Membara" yang beredar luas di masyarakat menguraikan visi strategis PSSI untuk sepak bola Indonesia hingga tahun 2034. Fondasi utama dari peta jalan ini adalah semangat "Menyatukan dan Menginspirasi Bangsa", yang diharapkan dapat menjadi pendorong utama kemajuan. Identitas timnas Indonesia akan dibangun berdasarkan tiga pilar utama, yaitu unity (kebersatuan), bravery (keberanian), dan excellence (kesempurnaan) dalam setiap aspek permainan.
Misi jangka panjang PSSI hingga tahun 2034 sangat ambisius dan terstruktur. Fokus utamanya adalah membangun sistem sepak bola yang terintegrasi secara menyeluruh dari berbagai tingkatan. Selain itu, PSSI juga bertekad untuk mencetak generasi baru pemain-pemain berbakat yang siap bersaing di kancah internasional.
Melalui misi ini, PSSI menargetkan agar Indonesia mampu menembus delapan besar Asia secara konsisten. Lebih jauh lagi, tujuan utamanya adalah agar timnas Indonesia rutin lolos ke putaran final Piala Dunia. Peringkat FIFA juga menjadi perhatian, dengan target mencapai posisi 60 hingga 70 dunia, menunjukkan peningkatan signifikan dalam ranking global.
Program Jangka Pendek dan Pembinaan Berkelanjutan
Pada fase awal implementasi, Road Map Garuda Membara menetapkan target dan program PSSI yang akan dimulai pada tahun 2026. Salah satu target krusial adalah bersaing di babak delapan besar Piala Asia, menunjukkan peningkatan performa di turnamen kontinental. Selain itu, PSSI juga menargetkan untuk menembus peringkat 110 FIFA, sebagai langkah awal menuju target peringkat yang lebih tinggi.
Program lain yang dicanangkan adalah pembangunan skuad timnas U-23 yang kuat dan kompetitif. Skuad ini dipersiapkan secara khusus untuk menghadapi Kualifikasi Piala Asia 2027, memastikan regenerasi pemain berjalan lancar. PSSI juga berencana untuk menghubungkan pemain terbaik dari kelompok usia U-20 dan U-23 ke timnas senior, memfasilitasi transisi karir mereka.
Aspek pembinaan usia muda juga menjadi prioritas utama dalam peta jalan ini. PSSI menargetkan agar timnas U-17 dan U-20 mampu lolos ke Piala Asia di kategori usia masing-masing. Untuk memperkuat jalur pembinaan, PSSI akan meluncurkan tim U-15 dan U-16. Ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan talenta muda yang berkelanjutan.
Inisiatif lain yang signifikan adalah pendirian Pusat Talenta Regional untuk kelompok usia U-14 dan U-15. Pusat-pusat ini akan didirikan di empat wilayah strategis di Indonesia. Tujuannya adalah untuk memperluas jaringan scouting nasional, memastikan tidak ada talenta yang terlewatkan dan memberikan kesempatan yang lebih merata bagi para pemain muda di seluruh penjuru negeri.
Sumber: AntaraNews