Sudirman Said: Kampus Harus Jadi Jantung Perubahan dan Laboratorium Solusi
Ia menekankan bahwa perguruan tinggi harus hadir sebagai ruang lahirnya ide sekaligus laboratorium solusi bagi persoalan nyata masyarakat.
Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said menegaskan komitmennya menjadikan kampus sebagai "center of solution" melalui langkah konkret, mulai dari kolaborasi internasional hingga perluasan akses pendidikan bagi mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam pidato wisuda perdana di Tegal, Jawa Tengah, Rabu (6/5/2026), Sudirman menolak pandangan kampus sebagai menara gading yang terpisah dari realitas sosial maupun institusi yang kehilangan arah karena tekanan eksternal. Ia menekankan bahwa perguruan tinggi harus hadir sebagai ruang lahirnya ide sekaligus laboratorium solusi bagi persoalan nyata masyarakat.
"Kampus tidak boleh menjadi menara gading. Kampus harus menjadi jantung perubahan," ujar Sudirman.
Gagasan
Untuk mewujudkan gagasan tersebut, UHN yang merupakan hasil penggabungan Politeknik Harapan Bersama dan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Tegal telah menjalin sejumlah kerja sama strategis meski usianya belum genap setahun.
Salah satunya dengan Harvard Medical School melalui pengembangan program Primary Healthcare Impact Lab (PHIL) serta persiapan pendirian Fakultas Kedokteran yang dipimpin Diah Satyani Saminarsih.
Selain itu, UHN bekerja sama dengan Rujak Center For Urban Studies yang digagas Marco Kusumawijaya untuk membangun Pusat Studi Perkotaan Pesisir. Di bidang keberlanjutan, kampus ini juga menggandeng Global Alliance for Sustainability dalam pembentukan pusat studi yang dipimpin William Sabadar.
Menurut Sudirman, pusat-pusat kajian tersebut dirancang bukan sekadar simbol akademik, melainkan ruang strategis untuk membangun budaya ilmiah dan menghasilkan solusi konkret.
"Ilmu tidak boleh berhenti pada teori, tetapi harus menjadi solusi yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Di sisi lain, UHN juga memperluas akses pendidikan melalui program “Beasiswa Nusantara” yang telah menjangkau mahasiswa dari 12 provinsi, termasuk Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Sulawesi Barat. Kampus ini juga tengah menyiapkan peluncuran “Beasiswa ASEAN” untuk menjaring mahasiswa dari kawasan regional.
Ilmu pengetahuan
Dalam pidatonya, Sudirman turut mengingatkan bahwa ilmu pengetahuan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan secara moral. Ia menegaskan bahwa wisuda bukan akhir, melainkan awal tanggung jawab bagi lulusan untuk berkontribusi nyata di masyarakat.
"Dunia tidak hanya membutuhkan manusia yang banyak tahu, tetapi yang berani bertanggung jawab," ujarnya.
Menutup sambutannya, Sudirman menitipkan tiga pesan utama kepada para lulusan, yakni pentingnya kepemimpinan masa depan, kontribusi nyata, serta menjaga nama baik almamater.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, UHN berupaya menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan kompeten, tetapi juga agen perubahan yang mampu menjawab tantangan sosial di tingkat lokal maupun global.