Struktur di Mabes Polri Dinilai Gemuk, Ini Respons Kapolri
Kapolri Listyo Sigit menanggapi sorotan struktur Mabes Polri yang dinilai terlalu gemuk dan memastikan penataan organisasi terus dilakukan.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menanggapi ramai isu terkait struktur organisasi Kepolisian Negara Republik Indonesia yang dinilai tidak seimbang antara tingkat Markas Besar (Mabes) dan Polsek.
Sorotan itu muncul setelah ada pandangan bahwa struktur Mabes Polri terlalu besar, sementara jumlah personel di tingkat Polsek sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat masih terbatas.
Listyo menyampaikan hal tersebut usai menghadiri Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Reskrim di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (7/5/2026).
"Saya kira itu menjadi bahan pembahasan tapi bukan rekomendasi. Jadi rekomendasinya sudah ada, kita sudah membuat perbaikan dalam hal tata kelolanya baik di bidang lengkaplah, dari mulai SDM, kemudian struktur organisasi dan seterusnya," kata Sigit kepada wartawan.
Struktur Bersifat Dinamis
Kapolri menegaskan penataan organisasi Polri bersifat dinamis dan akan terus disesuaikan dengan kebutuhan operasional serta perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Intinya tentunya Polri akan menyesuaikan struktur sesuai dengan kebutuhan. Jadi perkembangan situasi yang ada, tentunya itu juga menentukan struktur Polri ke depan seperti apa," ujarnya.
Menurut dia, evaluasi organisasi tidak hanya menyasar jumlah personel, tetapi juga efektivitas struktur kerja agar lebih adaptif terhadap tantangan tugas.
Listyo mengatakan ada bagian tertentu yang kemungkinan dirampingkan, sementara fungsi lain yang dianggap penting justru akan diperkuat.
"Jadi ada hal yang kemudian kita mampatkan namun juga ada hal yang harus kita kembangkan," kata mantan Kabareskrim Polri itu.
Komisi Reformasi Soroti Ketimpangan Mabes dan Polsek
Sebelumnya, Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) merekomendasikan perubahan besar dalam Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Polri.
Sekretaris KPRP, Ahmad Dofiri, menyebut penguatan Polsek perlu dibarengi efisiensi di tingkat Mabes Polri.
"Nah, ini yang kemudian ke depan nanti ya kita rekomendasikan bagaimana supaya struktur Mabes itu menjadi ramping dan di Polsek itu kemudian menjadi kuat," kata Dofiri usai menyerahkan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Selasa (5/5/2026).
Menurut KPRP, ketimpangan struktur organisasi menjadi salah satu fokus dalam agenda reformasi kepolisian untuk memperkuat pelayanan publik hingga tingkat kecamatan.