LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Stok Menipis, Harga Masker di Palembang Tembus Rp85 Ribu per Lembar

Wali Kota Palembang Harnojoyo meminta warga tidak panic buying sehingga berpengaruh terhadap kelangkaan penjualan masker. Terlebih, masker bukan satu-satunya cara mencegah terjangkiti virus itu. Menurut dia, cara yang paling tepat adalah menjaga pola hidup sehat dan rajin beribadah.

2020-03-04 15:37:56
Virus Corona
Advertisement

Penyebaran virus corona berdampak pada penjualan masker di Palembang. Warga pun memburu barang itu namun tidak membuahkan hasil karena stoknya habis.

Pemilik toko alat kesehatan Amifa Medica di Palembang, Desi mengatakan, masker diburu warga sejak sebulan terakhir setelah virus corona merebak. Banyaknya permintaan membuat pasokan semakin menipis dan harganya naik.

"Sejak sebulan ini persediaan masker kosong, walaupun ada tidak terlalu banyak," ungkap Desi, Rabu (4/2).

Advertisement

Dikatakan, masker biasa lebih dulu hilang dari pasaran. Terakhir, harganya naik cukup signifikan di kisaran Rp60 ribu-Rp80 ribu per boks namun tetap diburu warga.

"Masker biasa sudah kosong, habis," ujarnya.

Saat ini, di tokonya hanya menyedihkan masker jenis N95 namun stoknya terbatas dan harganya pun naik dari biasanya. Satu boks berisi 20 lembar, kini dihargai Rp1,6 juta atau Rp85 ribu per lembarnya.

Advertisement

"Harga normalnya Rp50 ribu per lembar, sekarang naik dan barangnya juga terbatas. Distributor tak memasok lebih banyak," kata dia.

Tidak hanya masker, harga hand sanitizer atau cairan antiseptik juga mengalami kenaikan dari Rp160 ribu per botol menjadi Rp180 ribu. Warga pun tidak bisa membeli lebih dari dua botol karena menghindari aksi penimbunan.

"Stoknya sedikit jadi kami batasi pembelian, kasihan sama orang-orang butuh juga," kata dia.

Sementara itu, Wali Kota Palembang Harnojoyo meminta warga tidak panic buying sehingga berpengaruh terhadap kelangkaan penjualan masker. Terlebih, masker bukan satu-satunya cara mencegah terjangkiti virus itu. Menurut dia, cara yang paling tepat adalah menjaga pola hidup sehat dan rajin beribadah.

"Sebab bukan hanya Corona baru menjaga, setiap penyakit atau wabah lainnya juga. Penyakit itu kalau sudah bersarang di tubuh sangat mengganggu aktivitas," ujarnya.

Harnojoyo juga meminta warga mencari alternatif lain jika masker tak bisa didapatkan. Salah satunya adalah menggunakan kain atau saputangan sebagai pelindung diri.

"Jadi jangan sampai membuat takut diri sendiri, cari cara lain," ujarnya.

Menurut dia, situasi Palembang masih terbilang kondusif dan aman dari virus itu. Namun tidak menutup kemungkinan didirikan posko kesehatan jika sewaktu-waktu kondisi berubah mengkhawatirkan.

"Puskesmas dan rumah sakit sudah aktif, Dinas Kesehatan juga, saya kira sudah cukup," pungkasnya.

Baca juga:
Polisi Bakal Buat Edaran Batasi Pembelian Masker, 1 Orang Maksimal 5 Boks
Kimia Farma Jual Masker Rp2.000 per Lembar
Heboh Virus Corona, Pasar Jaya Batasi Pembelian Masker dan Hand Sanitizer
Penimbun 4.000 Masker di Semarang Ditangkap
Polda Jateng Tangkap 2 Pelaku Timbun 4.000 Lembar Masker
Beli Masker Seharga Rp 330 Ribu, Warganet Ini Malah Kena Tipu

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.