LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sosialisasi program kantong plastik, Wali Kota Depok gandeng kiai

Alasan wali kota Depok gandeng kiai lantaran nasihat tokoh agama lebih didengar warga ketimbang imbauan pemkot.

2016-02-26 00:33:00
Biaya kantong plastik
Advertisement

Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad akan menggandeng tokoh agama, melakukan sosialisasi program kantong plastik berbayar. Alasannya, kata Idris, saat ini peran tokoh agama dianggap lebih bisa diterima masyarakat.

"Efektif? Iya. Faktanya mereka lebih mendengar kiai dari pada wali kotanya," kata Idris, Kamis (25/2).

Para kiai, kata dia, akan diminta untuk mensosialisasikan penggunaan plastik berbayar sebagai program diet kantong plastik. Program plastik berbayar merupakan program pemerintah pusat. Dan Depok juga ditunjuk sebagai salah satu kota yang menerapkan program itu.

"Kami memberdayakan para tokoh agama agar melakukan sosialisasi dam imbauan penghematan penggunaan kantong plastik," ungkapnya.

Diakui dia, untuk menyukseskan program ini perlu waktu dan tidak bisa terlaksana dalam waktu singkat. Karena masyarakat perlu waktu dan adaptasi serta pemahaman yang baik mengenai program ini.

"Intinya kan memahami program ini. Dengan harga kantong plastik Rp 200 itu diharapkan masyarakat lebih bisa mengurangi penggunaannya. Kalau dipatok mahal misalnya Rp 5.000 juga kan tidak humanis," katanya.

Sampai saat ini sudah banyak ritel modern yang menerapkan program plastik berbayar di Depok. Bahkan sudah banyak pula masyarakat yang mengetahui program ini walaupun belum semua masyarakat siap ikut serta.

"Sudah tahu dari kemarin. Tapi karena enggak bawa kantong sendiri jadi tetap beli," kata Ningsih, salah satu konsumen sebuah ritel modern.

Dirinya pun akhirnya membeli tas belanja di kasir. Walaupun harganya terhitung mahal namun dia mengaku lebih hemat karena bisa digunakan untuk jangka waktu lama.

"Ini sekalian beli tasnya, tapi bukan plastik. Buat jaga-jaga kalau nanti tiba-tiba belanja pas pulang kerja," pungkasnya.

Baca juga:
Ridwan Kamil: Harga kantong plastik harusnya ribuan
Asosiasi ritel: Kami tak ambil untung dari kantong plastik
Konsumen marah kebijakan kantong berbayar kurang sosialisasi
Kantong plastik berbayar, Wali Kota Surabaya ogah patok harga tinggi
Kebijakan kantong plastik berbayar dinilai kurang efektif
Asosiasi ritel minta pemda tak intervensi harga kantong plastik
Kantong plastik berbayar untungkan siapa?

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.