Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ridwan Kamil: Harga kantong plastik harusnya ribuan

Ridwan Kamil: Harga kantong plastik harusnya ribuan Ridwan Kamil. ©2015 merdeka.com/andrian salam wiyono

Merdeka.com - Walikota Bandung, Ridwan Kamil, mengaku Bandung sudah lama melakukan kampanye kepada masyarakat untuk mengurangi sampah plastik dengan membawa tas sendiri.

Selain itu, sosok yang akrab disapa Kang Emil ini juga mengatakan bahwa kampanye plastik berbayar sudah dilakukan di Bandung, sebelum secara resmi di ujicobakan pada 21 Februari 2016.

"Kalau kita mah sudah lama yah ada tas bagus, Tas baGoes itu kampanye tas belanja yang dibawa sendiri, kan begitu. Kemudian kita salah satu kota pertama yang kampanye plastik berbayar," kata Emil dalam Indonesia Summit 2016, di Hotel Shangrila, Jakarta, Kamis (25/2).

Angka Rp 200,- yang disepakati, menurut Emil terlalu kecil untuk diterapkan di kota-kota besar seperti Bandung, Jakarta dan Surabaya. Emil membandingkannya dengan tarif parkir kendaraan di kota-kota tersebut, atau ongkos ke toilet umum.

"Saya enggak senang harga Rp 200 tapi kemarin kan kesepakatan dites dulu sampai bulan Juni, kalau ngefeknya lumayan, kita naikin semahal-mahalnya. Sehingga suatu hari tren di Bandung dan kota-kota lain adalah kalau belanja bawa tas sendiri," ujarnya.

"Ribu-ribu lah. Belum tahu berapanya, pokoknya ribu-ribu saja. Soalnya kaya ke toilet saja Rp 1.000 ya, jadi bagi orang kota kaya Surabaya, Jakarta, Bandung Rp 200 itu enggak ngefek," imbuhnya.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sempat mengusulkan angka Rp 5000 per kantong plastik. Emil mengaku sejalan dengan pemikiran Ahok untuk menerapkan harga yang lebih mahal dari yang berlaku saat ini. Namun nilainya, Emil mengusulkan setengah dari angka yang diusulkan Ahok.

"Hampir setuju tapi saya mah setengahnya yah. Kaya kira bayar parkir Rp 2.000 masih rada value. Mungkin segituan," tuturnya.

Namun, Emil melihat ada hal yang jauh lebih penting ketimbah persoalan membayar Rp 200,- untuk sebuah kantong plastik. Hal itu adalah perubahan perilaku masyarakat terhadap penggunaan plastik.

"Tapi bagi saya yang pentingnya itu bukan plastik berbayarnya, tapi melatih budaya baru seperti nenek kita kalau pergi belanja bawa tas sendiri. Kalau kepepet enggak bawa tas sendiri, baru bayar," imbuh Emil.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP