Kantong plastik berbayar, Wali Kota Surabaya ogah patok harga tinggi
Merdeka.com - Pemerintah Kota Surabaya menetapkan harga kantong plastik sebesar Rp 200 per lembar. Ini mengikuti surat edaran dibuat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk pemerintah daerah.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menekankan kebijakan tersebut tidak bertujuan mencari keuntungan. Tetapi mengurangi penggunaan plastik di masyarakat.
"Yang kami tekankan mereka tidak gunakan plastik. kami sosialisasikan terus, jadi saya tidak mau menaikkan harga. Ini kan perkara disiplin dan kebiasaan, jangan kemudian membuat harga menjadi mahal," kata Risma di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (24/2).
Dalam jangka pendek, Risma meyakini, kebijakan tersebut bakal mengurangi kebiasaan masyarakat menggunakan kantong plastik. Sebab, kebijakan tersebut tak hanya diarahkan untuk usaha kecil dan menengah.
"Sudah hampir 50 persen lebih anak sekolah kalau jajan bawa piring sama gelas, bukan pakai kantong plastik. Dia tidak beli makanan dari kantong plastik. Wajib bawa piring dan gelas, itu sampai ke SMA," jelasnya.
Seperti diketahui, pemerintah mulai menjalankan kebijakan kantong plastik berbayar di 17 kota di Tanah Air, sejak akhir pekan lalu. Saat berbelanja, konsumen diharuskan membayar minimal Rp 200 untuk setiap kantong plastik yang dibutuhkan.
Adapun daerah yang ikut berkomitmen, di antaranya, Jakarta, Bandung, Bekasi, Depok, Bogor, Tangerang, Solo, Semarang, Surabaya, Denpasar, Palembang. Kemudian, Medan, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, Ambon, Papua, Jayapura, Pekanbaru, Banda Aceh, Kendari, dan Jogjakarta.
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya