Soal pekerja asing, Indonesia & China disebut saling ketergantungan
Menurutnya, dalam melihat hubungan kedua negara ini harus dilihat kemampuan produksi, SDM, dan ekspor impor nasional.
Polemik mengenai masuknya para tenaga kerja asing (TKA), khususnya dari China, membuat sebagian pihak merasa khawatir akan berkurangnya lapangan kerja bagi para pekerja lokal.
Menyikapinya, anggota Komisi I DPR dari fraksi Partai Golkar Agun Gunandjar mengatakan, masalah ini tidak bisa dilihat dari satu sisi saja, karena ada simbiosis-mutualisme yang sudah terbangun sebelumnya antara Indonesia dan negeri tirai bambu tersebut.
"Semoga saja pikiran kritis hingga penolakan atas TKA China di medsos akhir-akhir ini, tidak lepas dari kondisi global yang saling ketergantungan satu sama lain," kata Agun saat dihubungi, Senin (18/7).
Menurutnya, dalam melihat hubungan kedua negara ini, berbagai pihak juga harus melihat kemampuan produksi, SDM, serta kapasitas ekspor-impor nasional yang ada.
"Termasuk keberadaan TKI di belahan dunia, utamanya di China. Harus jadi pertimbangan yang komprehensif menuju bangsa yang maju, modern, sejahtera," pungkasnya.
Diketahui, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Hanif Dhakiri menyebut, jika pekerja asing yang ada di Indonesia dari tahun ke tahun cenderung menurun. Bahkan, sebenarnya jumlah TKI di China jauh lebih banyak, dibanding jumlah pekerja negara itu yang ada di Indonesia.
Selain itu, para pekerja asing di Indonesia berada pada kisaran 70 ribuan dari semua negara, atau sekitar 0,027 persen jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang kini berjumlah sekitar 257 juta. Hal ini berarti sama dengan 0,05 persen, jika dibandingkan dengan angkatan kerja Indonesia tahun 2016 yang berjumlah sekitar 128 juta orang pekerja.
Baca juga:
Indonesia banjir tenaga kerja China, haruskah diwaspadai?
Diduga ilegal, 23 WN Tiongkok di proyek PLTU Balikpapan ditangkap
Aturan tenaga kerja asing RI 'tak cocok' dengan pasar bebas AS
Survei global: Mayoritas pekerja tak percaya atasan
Menkum HAM: Jangan alergi, kita juga kirim pekerja ke luar negeri
Pengusaha: Perawat asal Filipina siap serbu Indonesia
Survei 2016: Hong Kong dan Luanda, kota termahal di dunia