Survei global: Mayoritas pekerja tak percaya atasan
Merdeka.com - Pekerja Amerika Serikat dinilai memiliki kepercayaan rendah terhadap atasannya. Ini mungkin disebabkan oleh keletihan mereka diburu fenomena pemecatan massal yang terjadi sepanjang Paman Sam mengalami resesi besar sekitar 2007-2009.
Demikian diungkap oleh EY, firma konsultasi keuangan global, seperti diberitakan US News, kemarin.
EY menggandeng Harris Poll menggelar survei "Global Generations" sepanjang 31 Maret hingga 3 Mei 2016. Survei dilakukan terhadap 9.859 pekerja dewasa, usia 19-68 tahun, di 8 negara.
Perinciannya, Brasil 1239 responden, China (1228), Jerman (1226), India (1234), Jepang (1237). Kemudian, Meksiko (1233), United Kingdom (1229), dan Amerika Serikat (1233).
Hasilnya, sekitar 46 persen responden global mengakui percaya atasan. Dengan kata lain, mayoritas responden berlaku sebaliknya.
Nah, pekerja Jepang memiliki tingkat kepercayaan terendah, hanya 21 persen. Diikuti United Kingdom 33 persen, dan Amerika Serikat 38 persen.
Sementara, China 40 persen, Jerman 44 persen, Meksiko 65 persen, dan India 66 persen.
"Empat faktor yang membuat banyak responden tak percaya terkait kompensasi," bunyi laporan tersebut.
"Sekitar sepertiga responden global tak terlalu berharap naik gaji atau bonus tahun ini. Persentase tertinggi di Jerman, Jepang, UK, dan AS." (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya