SMA Muhammadiyah: Siswi kami jilbab semua, masak ikut pesta bikini
SMA Muhammadiyah sudah melaporkan EO pembuat pesta bikini ke Polda Metro Jaya.
SMA Muhammadiyah 11 Rawamangun resmi melaporkan EO Devine Production yang hendak melakukan pesta bikini usai anak SMA menyelesaikan Ujian Nasional (UN). SMA Muhammadiyah tidak terima namanya dicatut dalam undangan yang disebar pihak penyelenggara.
Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Slamet Sutopo mengungkapkan, EO itu sudah mencemarkan nama baik sekolahnya. Dia tak terima sekolah yang dipimpinnya dicatut sebagai peserta pesta bikini yang disebar melalui media sosial itu.
"Ini mencemarkan nama baik Muhammadiyah. Kami banyak dapat pertanyaan dari kolega," ucap Slamet usai membuat laporan di SPKT Polda Metro Jaya, Senin (27/4).
Atas ketidaknyamanan ini, dirinya mengaku tetap melaporkan pihak Divine Production, walaupun yang terkait sudah mengirim surat permohonan maaf lewat surat bercap yang diantar kurir pada Sabtu (25/4).
"Menaruh nama SMA Muhammadiyah 11 sebagai peserta undangan sangat melecehkan. Sebab itu bertentangan dengan hal-hal Islami. Dan sekolah tak mendukung itu. Siswi kami berjilbab semua. Masak ikut pesta bikini," ucap Slamet.
Lanjutnya, pihaknya sama sekali tak tahu soal pesta bikini itu. Sebab pihak EO tak pernah ada koordinasi dengan OSIS ataupun pihak sekolah lainnya.
"Untuk memastikan siswanya kami tidak terlibat, kami akan meminta siswa membuat surat pernyataan bahwa tak pernah terlibat dan tahu soal pesta bikini itu," tutupnya.
Baca juga:
SMA Muhammadiyah resmi polisikan EO pembuat bikini party anak SMA
Pihak hotel lokasi pesta bikini SMA dipanggil Dinas Pariwisata DKI
EO pesta bikini SMA tak berizin, mangkir tiap dipanggil Pemprov DKI
Panitia pool party siswa usai UN tak bisa disanksi Pemprov DKI
62,7 persen cewek ABG di kota besar sudah tak perawan